Pengertian Seni Rupa Terapan, Sejarah, Fungsi dan Contohnya

Pengertian seni rupa terapan - Kembali lagi bersama blog Pintar Sekolah. Bagaimana perkembangan kamu dalam belajar hingga saat ini setelah membaca artikel yang ada di blog Pintar Sekolah? Semoga saja bisa membantu kamu dalam belajar ya. Pada artikel kali ini saya masih akan melanjutkan materi pada mata pelajaran seni budaya, lebih tepatnya kita akan belajar seni rupa terapan.

Pengertian Seni Rupa Terapan, Sejarah, Fungsi dan Contohnya Pintar Sekolah


Sebelumnya, kita sudah pernah belajar tentang seni rupa, dan seperti yang sudah kita ketahui bahwa seni rupa itu dibagi menjadi 2, yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Untuk materi seni rupa murni, kita sudah pernah membahasnya terlebih dahulu di blog ini. Jadi, sekarang kita lanjut ke materi seni rupa terapan.
Baca Juga
Agar ingatan kamu makin kuat, maka akan saya jelaskan kembali secara singkat tentang kedua perbedaan pada seni rupa ini. Seni rupa murni adalah seni rupa yang dibuat dengan tujuan estetika dan keindahan saja, jadi memang benar-benar untuk tujuan seni. Sementara seni rupa terapan, selain memiliki kandungan nilai seni juga bisa diterapkan untuk memenuhi kegiatan manusia sehari-hari.

Cukup sederhana bukan perbedannya? Sebenarnya, jika kita paham maka dengan hanya melihat kata nya saja (murni & terapan) maka kita dengan mudah bisa membedakannya.

Baiklah, mari kita lanjut saja ke inti artikel ini. Materi seni rupa terapan yang akan saya jelaskan pada artikel kali ini adalah pengertian seni rupa terapan, sejarah seni rupa terapan, fungsi seni rupa terapan dan contoh seni rupa terapan. Cukup banyak ya? Pertama mari kita bahas terlebih dahulu pengertiannya.

Pengertian Seni Rupa Terapan


Seni rupa terapan adalah salah satu cabang seni rupa yang memiliki fungsi tertentu disamping memiliki nilai keindahannya (estetika).

Berikut diatas adalah penjelasan mengenai pengertian seni rupa terapan yang paling singkat. Berdasarkan pengertian diatas, jika kita telaah lebih lanjut maka bisa ditemukan penjelasan yang lebih lanjut lagi.

Jadi, selain memiliki nilai estetika sebuah karya seni, seni rupa terapan juga memiliki nilai praktis sehingga bisa menunjang aktivitas manusia sehari-hari. Mungkin secara singkatnya, selain bisa dinikmati keindahannya maka bisa juga digunakan. Bukan semata-mata hanya untuk dipajang saja seperti seni rupa murni. Oh ya, seni rupa terapan juga biasa disebut dengan applied art.

Cukup jelaskan pengertian seni rupa terapan diatas? Mari kita lanjut ke sejarah seni rupa terapan.

Sejarah Seni Rupa Terapan


Jika kita melihat dan menelaah masa lalu, tepatnya pada zaman pra sejarah. Maka bisa kita ketahui bahwa nenek moyang kita yang juga dari bangsa Indonesia sudah pernah menggunakan beberapa pernik perlengkapan yang mempunyai nilai seni yang cukup tinggi dalam menunjang aktivitasnya sehari-hari.

Beberapa contoh barang yang dimaksud adalah seperti kapak batu, dolmen, tulang untuk berburu, neraca, bejana dan lain sebagainya.

Seiring berkembangnya zaman, maka tradisi menggunakan alat yang mengandung nilai seni ini diwariskan pada generasi kita hingga sekarang dan semakin berkembang juga. Sekarang ada beberapa contoh bukti pengembangan seni rupa terapan dari zaman dulu, seperti seni grafis, seni dekorasi, seni ilustrasi dan yang lainnya.

Seni Rupa Terapan Berdasarkan Fungsinya, Wujudnya, dan Asalnya


Tidak seperti seni rupa murni, khusus untuk seni rupa terapan bisa dibagi menjadi 3 kelompok yang berbeda, yaitu seni rupa terapan berdasarkan fungsinya, wujudnya, dan asalnya. Tujuan dikelompokkannya seni rupa terapan ini tidak lain adalah agar kita bisa lebih mudah dalam memahaminya dan jadi lebih mengerti lagi ketika ditanya contoh seni rupa terapa dalam kehidupan sehari-hari.

1. Seni Rupa Terapan Berdasarkan Fungsinya


Seni rupa terapan berdasarkan fungsinya dibagi menjadi 2, yaitu nilai praktis dan nilai estetis. Fungsi nilai praktis pada seni rupa terapan adalah semua nilai yang terkandung dalam pemanfaatan dan pemakaian pada seni rupa terapan tersebut. Misalnya, adalah baju batik yang dipakai sebagai pakaian dan gelas yang dipakai untuk minum.

Sementara fungsi nilai estetis adalah semua keindahan atau nilai seni yang sengaja dibuat pada seni rupa terapan tersebut agar bisa memberikan kesan estetis. Contohnya adalah ukiran pada baju batik dan ukiran pada sebuah vas bunga.

2. Seni Rupa Terapan Berdasarkan Wujudnya


Seni rupa terapan berdasarkan wujudnya juga dibagi, tetapi dibagi menjadi 3, yaitu seni rupa terapan 2 dimensi dan seni rupa terapan 3 dimensi. Seni rupa terapan 2 dimensi hanya memiliki dimensi panjang dan lebar saja. Contohnya seperti wayang kulit, tenun dan batik.

Sementara seni rupa terapan 3 dimensi adalah seni rupa terapan yang memiliki dimensi kedalaman juga disamping dimensi panjang dan lebarnya. Misalnya seperti patung, rumah adat, dan senjata tradisional.

3. Seni Rupa Terapan Berdasarkan Asalnya


Seni rupa terapan berdasarkan asalnya dibagi menjadi 2, yaitu seni rupa terapan nusantara dan seni rupa terapan modern. Seni rupa terapan nusantara adalah seni rupa terapan yang sudah ada dari dulu dan diwariskan secara turun temurun melalui budaya. Contohnya diantara lain rumah adat, pakaian adat, senjata tradisional, alat transportasi tradisional, dan semacamnya.

Sementara seni rupa terapan modern adalah seni rupa terapan yang didapat dari perkembangan zaman yang modern pada era masa kini. Contohnya seperti seni arsitektur modern, seni lukisan modern dan beberapa aliran seni rupa tertentu.

Contoh Seni Rupa Terapan


Karena materi tentang pengertian, sejarah, dan fungsi seni rupa terapan ini cukup panjang, maka saya tidak akan menjelaskan contoh seni rupa terapan secara panjang lebar pada artikel ini. Saya hanya akan menjelaskannya secara singkat, tapi tenang saja. Untuk contoh seni rupa terapan lebih lanjut, akan saya buatkan pada artikel yang berbeda yang hanya berfokus pada materi contoh seni rupa terapan.

Untuk contohnya, kita bisa menemukannya dalam kehidupan sehari-hari. Seni rupa terapan ada yang bermanfaat untuk kegiatan komunikasi seperti halnya poster dan brosur. Atau ada juga seni rupa terapan yang bisa memenuhi kebutuhan primer dan sekunder manusia, seperti rumah adat, alat makan, dan pakaian. Jadi, kamu cukup melihat keadaan sekitar kamu saja maka kamu akan dengan mudah menemukan contoh seni rupa terapan.

Cukup sekian untuk materi seni rupa terapan pada artikel kali ini. Saya rasa materinya sudah cukup lengkap dan bisa dipahami. Terima kasih telah berkunjung dan jangan lupa share juga ya ke teman kamu.

Nantikan artikel menarik lainnya tentang Seni Budaya hanya di blog Pintar Sekolah. Mohon dikoreksi jika ada yang salah dan jangan lupa bagikan ke teman-teman kamu.

Seorang siswa dari XI RPL 1 dan bersekolah di SMKN 1 Karawang. Hobi menulis dan sangat menggemari dunia web development, internet dan desain.

Silahkan berkomentar atau berpendapat melalui form dibawah. Berkomentarlah sesuai dengan isi artikel, link tidak akan ditampilkan, dan komentar yang mengandung unsur SARA tidak diperkenankan.
Jadilah orang yang bijak dan bisa menghargai orang lain
EmoticonEmoticon