100+ Contoh Pantun Terbaik Sesuai Dengan Jenisnya

Contoh pantun - Kembali lagi bersama blog Pintar Sekolah dan pada artikel kali ini kita akan mempelajari salah satu materi paling populer dari mata pelajaran Bahasa Indonesia. Yaitu teks pantun. Lebih tepatnya blog Pintar Sekolah akan memberikan referensi 100 contoh pantun terbaik yang sudah dipilih dan diseleksi terlebih dahulu dan sudah dipisahkan sesuai dengan jenisnya masing-masing.

100+ Contoh Pantun Terbaik Sesuai Dengan Jenisnya Pintar Sekolah


Seperti yang kita ketahui dan sudah kita pelajari pada artikel yang dulu pernah dibuat oleh blog Pintar Sekolah, bahwa pantun itu terdiri dari 18 jenis. Pada artikel tersebut, saya sudah menjelaskan tentang 18 jenis pantun dan contohnya lengkap.
Baca Juga
Salah satu jenis pantun yang paling populer adalah pantun jenaka atau pantun yang dibuat untuk lelucon. Pada artikel sebelumnya saya hanya memberikan masing-masing 1 contoh pantun pada masing-masing jenis pantunnya. Maka, pada artikel kali ini saya akan memberikan total 100+ contoh pantun yang sudah disesuaikan dengan jenisnya masing-masing, namun ada juga yang dicampur atau acak.

Yang jelas, contoh pantun-pantun dibawah ini bisa kamu jadikan sebagai tugas atau referensi dan inspirasi kamu dalam membuat pantun.

Langsung saja berikut ini 100+ contoh pantun terbaik versi blog Pintar Sekolah.

Contoh Pantun Pilihan Terbaik


Dibawah ini ada beberapa kumpulan contoh pantun terbaik dari berbagai macam jenis pantun. Silahkan kamu pilih saja sesuai dengan kebutuhan kamu.

Orang buta jalan dituntun
Yang menuntun si kabayan
Mari kita bermain pantun
Melepas lelah seharian

Di sana gunung di sini gunung
Di tengah-tengah gunung Rajabasa
Ke sana bingung ke situ bingung
Lebih baik ke sekolah saja

Tamasya ke kota Bogor
Jangan lupa ke Kebun Raya
Meski kau sudah tersohor
Jangan lupakan ayah bunda

Menanam talas dan keladi
Di sisi ladang dekat pelanduk
Contohlah tanaman padi
Semakin berisi semakin tunduk

Padang ilalang dibelah kuda
Di atas punggung duduk si kadi
Meski menjulang ilmu di dada
Tetap merunduk bagaikan padi

Pergi ke sungai memancing ikan
Ikannya lari ke tengah sawah
Ilmu jika tidak diamalkan
Bagaikan pohon tidak berbuah

Badan kurus di pulau Buru
Tiada jumpa tiada bertemu
Murid harus hormati guru
Karena guru pembawa ilmu

Air mengalir di gorong-gorong
Air dibawa di Dewa Ruci
Jangan suka bicara bohong
Semua orang akan membenci

Tali diikat dengan benang
Benang tiada bayang-bayang
Jika hidup telah senang
jangan dilupa tikar sembahyang

Jaga hati jaga sukma
Biar dada tidaklah kesat
Kita hidup harus beragama
Supaya jalan tidak tersesat

Jalan-jalan ke kota paris
Banyak rumah berbaris-baris
Biar mati diujung keris
Asal dapat dinda yang manis

Rintik rintik turun hujan
Masuk kamar sama teman
Gadis cantik jadi pujaan
Mau dilamar kok hamil duluan

Ke jakarta naiklah pesawat
Pesawat terbang, landingnya susah
Kalau cinta sudah melekat
Siang terbayang, malam mimpi basah

Langit mendung diatas lautan
Lebat hujannya tiada terbendung
Gadis berkerudung cantik menawan
Kedip matanya rontokan bulu hidung

Kota bintan banyak perunggu
Kota ciamis membangun tugu
Janji kencan dimalam minggu
Tapi gerimis sudah menunggu

Stasiun tugu stasiun kereta api
Tempat jualan si tukang lapis
Hari minggu cuma nonton tipi
Mau jalan dompet dah menipis

Hujan gerimis deraslah amat
Ada kilat bertabrakan
Hari kamis malam jumat
Yang mau kumat dipersilahkan

Pak petani menanam padi
Menanam padi di tengah sawah
Kalau ingin berterima kasih
Berterimah kasih lah kepada Allah

Buah papaya dibelah dua
Di makan satu tinggal satu
Jangan lupakan orang tua
Agar hidup mendapat restu

Buah kelapa dibelah tiga
Dimakan satu tinggal dua
Jangan lupakan orang tua
Agar kita masuk surga

Buah papaya buah delima
Hidup di hutan bewarna ungu
Kalau ingin naik kelas lima
Rajinlah belajar setiap waktu

Buh papaya dibelah dua
Dimakan satu tinggal satu
Jangan pernah berbuat dosa
masuk neraka siapa yang membantu

Jika ada jarum yang patah
Jangan disimpan di dalam peti
Jika ada kata yang salah
Jangan disimpan dalam hati
Duduk di teras menghadap ke luar

Kalau hendak kepulau jawa
Jangan lupa naik perahu
Jika mau jadi anak soleha
Jangan lupa shalat lima waktu

Kalau suka main gitar
Mainlah di atas pagar
Kalau mau jadi anak yang pintar
Jangan suka malas belajar

Demikian contoh pantun terbaik pilihan yang tercampur jenisnya, tenang saja masih banyak contoh pantun lainnya yang sesuai dengan jenisnya masing-masing dibawah ini.

Contoh Pantun Jenaka


Seperti yang sudah saya katakan pada awal artikel, karena pantun jenaka adalah pantun yang paling digemari. Maka berikut ini contoh pantun jenaka lengkap.

Anjing bermain dengan tali
Kera duduk membaca koran
Bagaimana hati tak geli
Kepala botak suka sisiran
Berenang jauh para ikan
Mereka bebas hatinya senang
Badan kurus kurang makan
Kalau ditiup goyang-goyang

Nemu gelang di pekarangan
Tapi gelang sudah karatan
Siapa nyampah sembarangan
Pasti pacarnya orang utan

Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu katak di pinggir empang
Hati siapa tak bimbang
Kamu botak minta dikepang

Pak Tegus pergi ke Bali
Melihat bule sedang menari
Aduh pantas kau bau sekali
Kau belum mandi enam hari

Burung Glatik
Lagi hinggap di batu. . .
Kamu memang cantik
Tapi kok badannya bau

Good morning
Selamat pagi
Gigi kuning
Ga pernah gosok gigi

Meler-meler ingus keteter
Sampai sakit di kepala
Hati-hati sering teler
Bikin kamu meninggal dunia

Makan pagi sepiring berdua
Rasanya enak tiada tara
Awas cowok pandai menggoda
Diam-diam watak buaya

Jika sudah namanya cinta
Hati suka berbunga-bunga
Kalau sudah terbawa suasana
Senyum sendiri kayak orang gila

Empat kali empat
Sama dengan enam belas
Cepat atau lambat
Cintaku pasti kau balas

Badan siapa terkena kudis
Obati saja dengan lada
Siang malam merayu gadis
Duduk bersanding bersama janda

Orang bijak santun bicaranya
Orang baik santun prilakunya
Orang pinter cepat berfikirnya
Orang stress nyetatus melulu kerjanya

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ketepian
Ayok berangkat ke penghulu
Dari pada Cuma temenan

Beli kentang dibuat rujak
Biar mantap dicampur sambal
Tidur terlentang tidak nyenyak
Tidur tengkurap ada yang mengganjal

Makan bubur di atas meja
Minumnya jus di balik rak
Hari libur terus bekerja
Dapat bonus ambilnya di ira

Kalau ada sumur diladang
Bolehlah kita menggosok gigi
Kalau anda di warung padang
Bolehkah kita ditraktir lagi

Hari minggu sudahlah siang
Setelah siang datanglah petang
Ditunggu tunggu tak juga datang
Sekalinya datang kok nagih utang

Kue rangin rasanya manis
Kue tar bukanlah lapis
Malam dingin hujan gerimis
Sebentar bentar kebelet pipis

Ini musim masih penghujan
Kata simbok jangan nakal
Kalau muslim silahkan Jumatan
Bawa gembok amankan sendal

Hujan gerimis deraslah amat
Ada kilat bertabrakan
Hari kamis malam jumat
Yang mau kumat dipersilahkan

Masak ayam masak tumis
Iris tipis sampai habis
Selasa malam hujannya gerimis
Dompet tipis makin kritis

Ikan gabus di rawa-rawa
Ikan belut nyangkut di jaring
Perutku sakit menahan tawa
Gigi palsu loncat ke piring

Jual betik dengan kandil
Kandil buatan orang Inggeris
Melihat buaya menyandang bedil
dan kerbau tegak berbaris

Orang menganyam sambil duduk
Bila sudah bawa ke balai
Melihat ayam memakai tanduk
Datang musang meminta damai

Burung perkutut
burung kutilang
Kamu kentut
kagak bilang bilang

Ikan duyung ikan sapu
Burung irian burung cendrawasih
Itulah pantun lucu dariku
Cukup sekian dan terima kasih

Bagaimana? Lucu-lucu, bukan? Mari kita lanjut pada contoh pantun jenis selanjutnya.

Contoh Pantun Nasihat


Selanjutnya, ada pantun nasihat. Karena pantun nasihat juga tidak kalah terkenal dengan pantun jenaka. Berikut dibawah ini contoh-contoh pantun nasihat pilihan terbaik tahun 2018.

Hari rabu memetik salak
Buahnya segar hilang dahaga
Hormati Ibu juga Bapak
Agar kelak masuk surga

Orang dahulu hidup di goa
Biawak hidup di dalam rawa
Ikuti perintah orang tua
Tiap solat tak lupa berdoa

Tari piring tari saman
Tari lilin apinya berpijar
Al Quran adalah pedoman
Rajin-rajinlah engkau belajar

Kancil menulis di daun lontar
Ketika mentari telah bersinar
Belajar tak sekedar pintar
Namun menjadi pribadi benar

Sungguh indah syair setanggi
Menyusun kata bagai hiasan
Ilmu itu mesti tinggi
Jangan dunia sebagai batasan

Kolam penuh ikan sepat
Untuk dimasak di daun talas
Kalau ingin ilmu manfaat
Cari guru yang tulus ikhlas

Sepah tebu rasanya hambar
Bila dibakar pasti berkobar
Jika engkau slalu bersabar
Ilmumu pasti kan lebar

Kepada siapa datangnya wahyu
Kepada Nabi wahyu turun
Dari mana datangnya ilmu
Dari belajar dengan tekun

Air jeruk dalam kulkas
makan roti dengan keju
Niatlah belajar dengan ikhlas
hanya Allah yang dituju

Keliling kota naik becak
meski lama tiada jemu
Banyak-banyak engkau membaca
Karena membaca kuncinya ilmu

Tinggi gunung tak tergapai
gunung biru jauh di seberang
Kalau murid menjadi pandai
hati gurupun ikut senang

Tinggi bayam berjengkal-jengkal
bayang dijinjing karena ringan
Kepada Allah bertawakal
tempat diri mohon pertolongan

Ibu memakai sebuah gelang
Perut lapar segera makan
Lima waktu janganlah hilang
dimanapun selalu tunaikan

Pohon tinggi jatuh membayang
jalan setapak dari Ketapang
Siapa yang rajin sembahyang
sejuk di hati dadapun lapang
Membentang luas langit biru
langit senja bagai perunggu
Solat subuh harus diburu
pahala besar selalu menunggu

Tupai lompat mencuri kentang
kentang habis tinggalah ikan
Sholat magrib waktu petang
jangan pernah kau tinggalkan

Hidup sederhana selalu hemat
itulah perintah syariat
Ayo muslimin dan muslimat
mari kita keluarkan zakat

Pohon jati tumbuh berjajar
pandai berpantun orang Banjar
Kalau kita malas belajar
cita-cita takkan terkejar

Seram sekali Bukit Hantu
pergi sendiri membawa lampu
Orang lain takkan membantu
jika malas jadi tabiatmu

Lama sudah tak bertemu
bertemu sekali meminum jamu
Jauhkan malas dari hidupmu
Pastilah cerah masa depanmu

Itulah contoh-contoh pantun nasihat

Contoh Pantun Percintaan


Tak lupa juga, berikut dibawah ini kumpulan contoh pantun percintaan yang sangat romantis.

Walau hanya sebuah jambu
Namun ini bisa diramu
Walau kita jarang bertemu
Cinta ini hanya untukmu

Sangat laku jualan jamu
Jualnya ke tanah seberang
Saat aku melihat dirimu
Dunia rasanya terang benderang

Beribu-ribu kain batik
Hanya satu yang tertimpa pena
Beribu-ribu gadis cantik
Cuma dirimu yang mempesona

Maluku penghasil pala
Tanah sumba banyak kuda
Lihat kamu pusing kepala
Tidak bertemu sakit di dada

Anak kecil berkepang pita
Hendak berangkat main ke kota
Padamu aku jatuh cinta
Siang malam tampak di mata

Sinta adalah adiknya Santi
Kakak duduk adik berdiri
Hilang bunga bisa diganti
Kehilangan kamu kemana dicari

Deras arus Kali Malang
Naik perahu sangat lama
Senang hati bukan kepalang
Kalau cintaku kau terima

Makan tahu bumbu petis
Duduk sendiri sambil merenung
Aku bukan lelaki romantis
Namun kesetiaanku setinggi gunung

Ikan berenang kejar sampan
Mencari sahabat mencari teman
Tidak kaya tidak tampan
Tapi kau buatku nyaman

Kancil terikat mulut meronta
Datang kerbau sama buaya
Kau membawakan aku cinta
Ditambah dengan rasa setia

Koran dipakai membungkus ikan
Ikan pari punya kesaktian
Bukan hadiah yang kuharapkan
Cukuplah  engkau beri perhatian

Terbang tinggi burung nuri
Hendak menuju negeri peri
Izinkan aku menjadi bidadari
Mendampingimu sepanjang hari

Masak gulai sepikulan
Enaknya tak ada lawan
Lemah gemulai bila berjalan
Dialah gadis yang menawan

Enaknya gulai ditambah roti
Untuk bekal dalam pedati
Sudah pandai rendah hati
Pastilah dia lelaki sejati

Segar pempek sebab cuka
Lezat dan nikmat pasti rasanya
Banyak orang yang suka
Memang dia baik hatinya

Begitu indah alam semesta
Lebih indah dari mutiara
Apakah tanda hatinya cinta
Penuh kasih bersikap mesra

Bila datang bayang-bayang
Bintang bersinar berkelipan
Bila memang ia sayang
Lembah lembut tuturnya sopan

Keris bertuah amat sakti
Kalah oleh iman nan hakiki
Apakah ciri cinta sejati
Berani berkorban tak kenal henti

Bunga disiram takkan layu
Slalu berbunga tiada jemu
Jangan takut kehilanganku
aku tak akan pergi darimu

Jalan-jalan ke Ciamis
Ada gedung parkirnya gratis
Aku cinta sama si kumis
orangnya ganteng lagi romantis

Setiap pagi makan bubur
Lengkap dengan segelas susu
Setiap saat slalu tertidur
kuingin kau ada di mimpik

Buah itu jangan dipetik
Susah payah saat ditanam
Engkaulah gadis tercantik
Kuimpikan siang dan malam

Sore-sore makan sekoteng
Belanjanya di pasar minggu
Abang sayang yang ganteng
Neng disini selalu menunggu

Kemanapun kaki melangkah
Aku selalu mengurai doa
Kemanapun cinta merambah
Aku selalu mengurai setia

Sungguh bahaya ular berbisa
Jika tergigit akan koma
Sungguh bahagia terasa
Bila kita selalu bersama

Ada orang Bengkulu dijitak
Di jitak sama orang Batak
Selama jantungku berdetak
Cintaku tak akan luluh lantak

Burung terbang di atas turi
hinggap sebentar di pohon kenari
Kasih sayangku amatlah murni
Bagai embun di pagi hari

Pinggir sungai banyak nipah
sayang airnya terasa sepah
Kasih sayang semakin berlimpah
jadikan hidupku semakin indah

Dari jauh datangnya tamu
Hanya untuk mencari ikan
Izinkan aku mencintaimu
cinta selalu sepanjang zaman

Gunung Jati anak Rara Santang
dicintai juga disayang
Walau banyak godaan datang
teguh hatiku tak pernah goyang
Di Bandar banyak orang
hilir mudik kanan dan kiri
Tak pernah pudar kasih sayang
Tambah erat hari ke hari

Papan rengat dari rawa
semua orang ingin membawa
Cintamu hangat di dalam jiwa
saperti cahaya dari sang surya

Apa tanda orang istana,
semua barang selalu baru.
Apa tanda tumbuh cinta,
terasa di dada rasa cemburu

Panjang ekor ikan pari
Meski panjang tidak berduri
Jalan-jalan di sore hari
melepas penat damaikan diri

Harum wanginya bunga selasih
Tersiram hujan daunnya basah
Belahan jiwa curahan kasih
Tempat hilangkan resah gelisah

Taruh kembali pisau belati
karena tajam bagaikan duri
Cinta kasih di dalam hati
Biarlah tumbuh dan berseri

Arjuna satria pandai memanah
dari negeri antah berantah
Agar rumah tangga sakinah
taat pada apa yang diperintah

Gelang emas di dalam peti
hilang satu di taman melati
Kasih sayang yang sejati
membawamu bahagia hingga mati

Banyak orang menumpuk harta
nasib buruk pula yang diterima
Cinta sejati mengarahkan kita
menuju surga bersama-sama

Romantis dan sangat menyentuh hati, kan?

Contoh Pantun Agama


Dan ini dia bagian contoh pantun agama yang dijamin bikin kamu ingat Tuhan,

Kemumu di dalam semak
Jatuh sehelai selarasnya
Meski ilmu setinggi tegak
Tak sembahyang apa gunanya

Ayah pergi membeli tembaga
Dipakai untuk merekatkan parang
Apabila ingin masuk surga
Sering mengaji dan sembahyang

Asam kandis asam gelugur
Kedua ayam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

Anak ayam turunlah satu
Mati satu tinggallah habis
Tersiksa badan waktu itu
Sebab mengikuti setan iblis

Nangka muda digulai lemak
Buah keranji masak tersangkut
Harta dunia jangan di tamak
Kalau mati tak akan mengikut

Jangan senang memfitnah orang
Orang benci Tuhan pun murka
Jangan senang melalaikan sembahyang
Jika mati masuk neraka

Tante Mayang istrinya jaksa
Membeli bubur dikasih laksa
Tidak sembahnyang tidak puasa
Di dalam kubur pasti disiksa

Terang bulan terang Cahaya
Cahaya memancar ke Tanjung Jati
Jika kau ingin hidup bahagia
Beramal ibadah sebelum mati

Banyaklah masa antara masa
Tidak seelok masa bersua
Meninggalkan solat jadi biasa
Tanpa takut api neraka

Dua tiga empat lima
Enam tujuh delapan sembilan
Kita hidup tak akan lama
Jangan lupa siapkan bekalan

Banyak orang menggali perigi
Ambil buluh kemudian diikat
Ilmu dicari tak akan rugi
Untuk bekal dunia akhirat

Kera di hutan cekat melompat
Si pemburu memasang jerat
Hina sangat sifat mengumpat
Dilaknat Allah dunia akhirat

Daun tetap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicoba

Redup bulan nampak akan hujan
Pasang pelita sampai berjelaga
Hidup mati di tangan Tuhan
Tiada siapa dapat menduga

Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang subuh
Agar dapat ampunan tuhan
Sayang-sayang buah kepayang
Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
Kuasa Allah yang menentukan

Lembayung di antara semak
Jatuh melayang ke dalam paya
Walau ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya

Indah sekali pintu dipahat
Bergambar daun dan dahan
Kalau ingin hidup selamat
Taat selalu perintah tuhan

Anak ayam turunnya lima
Mati satu tinggalah empat
Turut mengikut alim ulama
Supaya betul jalan selamat

Terang bulan indah bercahaya
Cahaya memancar ke Tanjung Jati
Jika engkau hendak bahagia
Beramal Ibadat sebelum mati

Air cuka bercampur pasta
terkena mata jadi terluka
Jangan suka berkata dusta
Kalau tak ingin masuk neraka

Ikan pari loncat ke selokan
Bisa-bisa mati kurang makan
Didik diri jadi dermawan
sedekah jariyah sebagai bekalan

Kalau tuan pergi ke Tuban
Jangan lupa mampir ke Daka
Shalat itu perintah Tuhan
Jika ingkar masuk neraka

Bunga besar bunga raflesia
Bunga kecil bunga melati
Cepatlah taubat wahai manusia
Jangan menunggu sampai kau mati

Air dan api slalu berlawanan
Langit dan bumi adalah berjauhan
Kalau hati penuh kedengkian
Siaplah orang yang mau berteman

Hari minggu mancing di kali
di pinggiran melihat buaya
Hidup di dunia hanya sekali
maka jalani dengan sebaik-baiknya

Makan mendoan di kantin sekolah
Minum teh sisri bersama Falah
Maaf jika aku telah berbuat salah
Kasih tahu aku InsyaAllah bisa berubah

Ada gadis perawan
paling cantik di kampungnya
Hormatilah ibumu kawan
Ada surga di telapak kakinya

Naik delman ditarik kuda
Melewati desa dan rawa-rawa
Harta tak dibawa saat kau tiada
Amal Sholeh yang akan kau bawa
Nangka muda digulai lemak
Buah beri masak tersangkut
Harta dunia jangan ditamak
Bila mati takkan mengikut

Contoh pantun agama diatas sangat mengandung nilai moral yang positif, bagikan artikel ini agar teman kamu juga bisa mendapatkan pesan tersembunyi dari pantun agama diatas.

Contoh Pantun Teka-Teki


Pantun teka-teki termasuk pantun yang paling sering ditemui sehari-hari. Dan berikut contoh pantun teka-teki beserta jawabannya yang bisa kamu coba kepada teman kamu.

Jikalau tuan tajuk cendana
Ambil gantang jemurkan pala
Jikalau tuan memang bijaksana
Binatang apa ekor di kepala?
(Jawabannya: Gajah)

Berlayar perahu dari Berandan
Menuju arah Selat Malaka
Lebar kepala dari badan
Apakah itu coba kau terka?
(Jawabannya: Ikan pari)

Burung nuri burung dara
Terbangnya di sekitar layangan
Cobalah cari wahai saudara
makin diisi makin ringan
(Jawabannya: Balon)

Kalau tuan bawa keladi
Bawa juga sipucuk rebung
Kalau tuan bijak bestari
Apa binatang tanduk di hidung?
(Jawabannya: Badak)

Bila tuan muda teruna
Pakai seluar dengan gayanya
Bila tuan bijak laksana
Biji di luar apa buahnya?
(Jawabannya: Buah Jambu Mete)

Meski dibungkus bukan kiriman
Sudah takdir Allah yang satu
Walau ditanam bukan tanaman
Cobalah terka apakah itu?
(Jawabannya: Mayat/jenazah)

Buah budi bedara mengkal
Masak sebiji di pinggir pantai
Hilang budi bicara akal
Buah apa yang tidak bertangkai?
(Jawabannya: Buah hati)

Anak-anak bermain batu
Batu dilempar satu persatu
Berbadan lurus matanya satu
Ekornya tajam apakah itu?
(Jawabannya: Jarum)

Jika tuan pakai lencana
Pakailah songkok di atas kepala
Jika tuan memang bijaksana
Binatang apakah tak berkepala?
(Jawabannya: Ketam/Kepiting/yuyu)

Dina merenung suaranya sumbang
Duduk bersantai dan telah pasrah
Dia berdengung tapi bukan kumbang
Punya belalai namun bukan gajah?
(Jawabannya: Lebah)

Sebuah benda bentuknya bulat
Ianya ada dari pada besi
Jika bermain diikat kuat
Dilempar hidup dipegang mati?
(Jawabannya: Gasing)

Berpohon bulat daunnya rindang
Asam dan hijau kala muda
Bentuknya ia bagai bintang
Kalaupun masak kuninglah ia?
(Jawabannya: Belimbing)

Kalau kamu membeli tikar
Tikar terbuat dari mengkuang
Kalau kamu memang pintar
Ular apa yang melilit pinggang?
(Jawabannya: Ikat Pinggang)

Terburu-buru ke kamar mandi
Ternyata lupa membawa sabun
Coba tebak apakah ini
Selalu naik tak pernah turun?
(Jawabannya: Umur)

Contoh Pantun Teka-Teki

Tempat duduknya sangat tinggi
Namun ia bernasib malang
Saat malam ia berseri
Bila siang ia menghilang?
(Jawabannya: Bintang)

Janganlah kau suka mengolok
Bisa-bisa rugi akhirnya
Ialah daun tak punya pokok
Setiap bangunan memilikinya?
(Jawabannya: Pintu)

Pergi bertemu si pandai besi
Dia mengasah pedang biasa
Dicari-cari sulit sekali
Andai ketemu dibuang ia?
(Jawabannya: Upil)

Memancing ikan di tengah kali
Memakai umpan berupa cacing
Badannya sangat luas sekali
Berbulu banyak tak berdaging?
(Jawabnya: Jawabannya: Karpet)

Soimah Bersama anak laki-laki
Duduk makan keropok lekor
Yang mengejar tak berkaki
Yang dikejar tak ber ekor?
(Jawabnya: Ular dan Katak)

Bila tuan tajuk cendana
Ambil padi sukatkan padi
Bila tuan memang bijaksana
Binatang apa bertanduk di kaki?
(Jawabnya: Ayam jantan)

Jika tuan tajuk cendana
Ambil gantang sukatkan mulut
Jika tuan memang bijak laksana
Binatang apa bertanduk di mulut?
(Jawabnya: Nyamuk)

Susah? atau mudah contoh pantun teka-teki diatas?

Contoh Pantun Pendidikan


Kamu butuh pemacu semangat belajar kamu sebagai seorang pelajar? Mungkin contoh pantun pendidikan dibawah ini akan memacu semangat belajar kamu.

Masak angsa di kuali
Bukan lagi di perigi
Sebaiknya kamu mengabdi
Di pangkuan ibu pertiwi

Tanam padi di tengah sawah
Sawah subur hasil melimpah
Pagi hari ke sekolah
Sore hari ke madrasah

Kalau kau pergi ke dusun
Jangan lupa bawa beras
Belajarlah dengan tekun
Supaya kau naik kelas

Pergi ke hutan cari rusa
Hendaklah kau bawa tali
Wahai anak cucu bangsa
Hendaklah kau bangun ngeri

Kain tenun dari sumbawa
Kain batik dari pekalongan
Kalau ingin jadi mahasiswa
Sekolah Dasar jangan diabaikan

Di sana gunung di sini gunung
Ditengah-tengahnya danau Toba
Ke sana bingung ke situ bingung
Lebih baik sekolah saja

Citah perang melawan citah
Seekor pelatuk mati di tengah
Jika kau tak mahu sekolah
Ayah bunda pasti gelisah

Pohon jati kuat kayunya
Pohon kapuk tinggi batangnya
Murid rajin banyak ilmunya
Murid malas banyak bohongnya

Hari minggu pergi berburu
Berburu rusa bersama teman
Anak baik hormati guru
Itu namanya murid budiman

Hujan angin tak jadi pergi
Hujan reda pergi ke pantai
Di sekolah jangan berkelahi
Jika berkelahi tak jadi pandai

Kamu pasti makin semangat kan setelah melihat contoh pantun pendidikan diatas?

Contoh Pantun Anak-Anak


Anak-anak tentu saja menyukai pantun. Apalagi jika pantun tersebut memang ditujukan untuk mereka dan berikut beberapa contoh pantun anak-anak terbaik.

Dengar lagu berirama
Tersenyumlahlah si adik manja
Mari main bersama-sama
Jangan duduk sendiri saja

Tengoklah burung kutilang
Terbang tinggi dia pulang
Mari main dengan senang
Jadi anak yang periang

Pagi ini membaca koran
Baca berita orang hilang
Bermain kejar-kejaran
Badan sehat hati pun senang

Ada kain berwarna merah
Sungguh indah dipandang mata
Kalau main jangan marah
Senang sahaja bersuka cita

Terbang tinggi  burung pelatuk
Sambil memakan ikan kutuk
Bahagianya dengarkan atuk
Berdongeng sampai terbatuk-batuk

Ada hiburan kuda kepang
Penarinya sedang bergoyang
Ayo kita ke tanah lapang
Untuk bermain layang-layang

Jalan-jalan ke kota Padang
Bersama adik dan juga abang
Angin bertiup dengan sedang
Layang-layang pastilah terbang

Suara kereta tut tut tut
Terdengar hingga Ci Salak
Udin lari terkentut-kentut
Ternyata dikejar anjing galak

Burung dara terbang melanglang
Hinggapnya di pucuk pepohonan
Setiap kali ayah pulang
Selalu saja banyak makanan

Kolang kaling es kelapa
Campur sedikit daun bidara
Ayah pulang bawa apa
Pastilah Ayah bawa gembira

Rajut kain dengan benang
Rajutnya oleh putri dayang
Ayah pulang hatiku senang
Wajah ibu juga kan riang

Sapi putih tarik pedati
Pedatinya bergoyang-goyang
Ayah selalu baik hati
Aku ditimang slalu disayang

Bunga cantik namanya seroja
Hewan lentik namanya rusa
Jalan-jalan ke mana saja
Mungkin ke kota atau ke desa

Empek-empek bumbu cuka
Lezat sekali dirasa lidah
Ke kota aku sangat suka
Ke desa pun banyak yang indah

Pasar baru pusatnya kain
Awas dompet jangan hilang
Desa tempatnya bermain
Bagai bolang berpetualang

Kain batik banyak sekodi
Perca tersimpan di dalam goni
Turun ke sawah menanam padi
Bermain lumpur bareng petani

Dulang bukan sembarang dulang
Dulang besar melebihi rantang
Bolang bukan sembarang bolang
Bolang berani menyerah pantang

Wangi nian kembang kenanga
Manalah indah pohon ara
Naik gunung mencari bunga
Hati senang riang gembira

Hujan turun belum reda
Airnya rembes dari talang
Berpetualang selagi muda
Hatimu bebas bagaikan elang

Contoh Pantun Perpisahan


Ada kalanya dimana kita tidak bisa menjelaskan sebuah perpisahan kecuali dengan sepatah kata seperti pantun. Dan dibawah ini ada kumpulan contoh pantun perpisahan yang cocok sekali bagi kamu yang akan mengalami perpisahan atau yang telah berpisah.

Batang selasih permainan anak
Daunnya sehelai dimakan kuda
Bercerai kasih bertalak tidak
Seribu tahun kembali juga

Batang selasih permainan anak
Tumbuhnya jarang di tepi telaga
Bercerai kasih bukan kehendak
Paksaan orang dituruti juga

Pucuk pauh selara pauh
Sembilu ledung ledungkan
Adik jauh Abangnda jauh
Bila rindu sama menungkan

Kalau ada sumur diladang
Boleh saya menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh kita berjumpa lagi

Anak tani mengutip lokan
Lokan dikutip untuk dimakan
Sayang anak tangan-tangankan
Sayang isteri tinggal-tinggalkan

Berjalan di malam kelam
Ada baiknya mengajak berteman
Mengapa pungguk rindukan bulan
Bunga banyak kembang ditaman

Hilir rakit berkajang kain
Dimana teluk singgah bertimba
Niatku bukan pada yang lain
Adinda seorang tiada yang kedua

Bunga lada tingginya sama
Petik setangkup bunga melati
Kanda pergi terlalu lama
Manakah sanggup dinda menanti

Contoh Pantun Gombal


Nah kalau pantun yang ini mungkin tidak termasuk ke dalam 18 jenis pantun. Tetapi, tentu saja patut dicoba buat kamu yang sedang mengalami masa pendekatan dengan si dia.

Dalam nampan banyak kedondong
Hei tampan godain kita dong!

Pohon duren pohon kendondong
Abang keren, gendong adek dong!

Bikin atap dari daun lontar
Bila kamu menatap, hatiku bergetar

Buah kemumu dimakan ikan
Senyumanmu sulit kulupakan

Buah manggis buah meladih
Kamu nangis akupun sedih

Beli cuka beli permata
Bila kau suka, akupun cinta

Bukan koran tapi catatan
Nggak perlu pacaran, mending nikahan

Duduk anteng makan srikaya
Akang ganteng, lamar aku ya

Minum jamu daun nangka
Lihat parasmumu langsung suka

Pohon randu berbuah randu
Aku rindu sangatlah rindu

Demikian kumpulan contoh pantun berbagai jenis yang bisa blog Pintar Sekolah berikan pada artikel kali ini. Kamu punya contoh pantun lainnya? Jangan sungkan beritahu di komentar ya.

Nantikan artikel menarik lainnya tentang Bahasa Indonesia hanya di blog Pintar Sekolah. Mohon dikoreksi jika ada yang salah dan jangan lupa bagikan ke teman-teman kamu.

Seorang siswa dari XI RPL 1 dan bersekolah di SMKN 1 Karawang. Hobi menulis dan sangat menggemari dunia web development, internet dan desain.

Silahkan berkomentar atau berpendapat melalui form dibawah. Berkomentarlah sesuai dengan isi artikel, link tidak akan ditampilkan, dan komentar yang mengandung unsur SARA tidak diperkenankan.
Jadilah orang yang bijak dan bisa menghargai orang lain
EmoticonEmoticon