Pemberontakan APRA (Pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil)

Tags

Pemberontakan APRA - Kembali lagi bertemu bersama saya di blog Pintar Sekolah yang selalu membagikan ilmu dan materi mata pelajaran yang ada di sekolah. Sepertinya sudah lama sekali sejak blog ini terakhir kali diupdate, bisa dilihat pada artikel Jenis-Jenis Seni Rupa yang merupakan artikel terbarunya. Maka pada artikel kali ini, kita akan mempelajari materi mata pelajaran sejarah. Dan materi sejarah kali ini adalah tentang pemberontakan APRA.

Pemberontakan APRA (Pemberontakan Angkata Perang Ratu Adil) Pintar Sekolah

Sebelumnya saya ingin meminta maaf karena jarang sekali update. Hal ini disebabkan karena kesibukan offline, jadi mohon dimaklumi. Tapi tenang saja, untuk kedepannya akan saya usahakan agar blog Pintar Sekolah selalu diupdate.

Kembali kepada materi. Dulu, bahkan setelah negara Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan, masih ada beberapa halangan atau rintangan yang harus dilewati. Oleh karena itu para pahlawan masih harus tetap berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan. Terjadi banyak sekali pemberontakan, salah satunya adalah pemberontakan APRA atau pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil. Selain pemberontakan APRA, ada juga pemberontakan PKI di Madiun dan pemberontakan DI/TII yang sama-sama mengancam kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga
Untuk materinya, blog Pintar Sekolah akan membahas semuanya secara lengkap sampai tuntas. Dari mulai latar belakang terjadinya pemberontakan APRA, pemberontakan APRA di Bandung, dan peristiwa pemberontakan APRA. Langsung saja, silahkan simak materinya berikut ini.


Pemberontakan APRA (Angkatan Perang Ratu Adil)


Pada tanggal 23 Januari 1950 di Bandung terjadilah sebuah peristiwa pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA). Latar belakang pecahnya pemberontakan ini adalah karena adanya friksi dalam tubuh Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) antara tentara pendukung federalis (KL/KNIL) dengan pendukung unitaris (TNI).

Gerakan ini dipelopori oleh kelompok kolonialis Belanda yang menginginkan agar perekonomiannya tetap aman di Indonesia. Selain itu, mereka juga ingin mempertahankan kedudukan negara Pasundan. Gerakan APRA ini muncul dikalangan KNIL yang dipimpin oleh Kapten Wsterling.

Gerakan APRA sendiri memiliki sebuah tujuan. Tujuan mereka sebenarnya adalah untuk mempertahankan sebuah bentuk negara federan yang ada di Indonesia. Selain itu, mereka ingin memiliki tentara militer sendiri bagi negara-negara RIS. Pada bulan Januari 1950, APRA membuat dan mengajukan sebuah ultimatum kepada pemerintah Republik indonesia dan negara Pasundan. Isi dari ultimatum tersebut tidak lain adalah sebuah tuntutan agar APRA diakui sebagai salah satu tentara Pasundan.

Selanjutnya, APRA melakukan sebuah penyerangan di kota Bandung dan berhasil mengambil alih markas Divisi Siliwangi. Akibar dari penyerangan tersebut, 79 anggota APRIS gugur dan Letnan Kolonel Lembong adalah salah satunya.

Penumpasan APRA


Untuk menghentikan pemberontakan APRA ini, pemerintah RIS mengerahkan dua cara. Cara yang pertama adalah dengan melakukan tekanan terhadap pimpinan tentara Belanda serta melakukan operasi militer. Dan yang kedua, Perdana Menteri RIS, Mohammad Hatta mengutus pasukannya ke Bandung untuk mengadakan perundingan dengan komisaris tinggi Belanda yang ada di Jakarta.

Perundingan tersebut memberikan sebuah hasil. Yaitu Kapten Westerling didesak untuk meninggalkan kota Bandung. Akhirnya, gerakan APRA semakin terdesak dan terus ditekan oleh pasukan APRIS dibantu rakyat. Dan pada akhirnya, gerakan APRA di kota Bandung dapat dilumpuhkan dan ditumpas.

Bagaimana menurutmu? Cukup singkat kan materinya?. Pemberontakan APRA ini tentu saja jelas-jelas mengancam keamanan negara Indonesia. Kita sebagai warga negara Indonesia harus selalu berpartisipasi dalam mempertahankan kemerdekaan walaupun tidak secara langsung. Jangan lupa bagikan artikel ini jika menurutmu bermanfaat.

Nantikan artikel menarik lainnya tentang Sejarah hanya di blog Pintar Sekolah. Mohon dikoreksi jika ada yang salah dan jangan lupa bagikan ke teman-teman kamu.

Seorang siswa dari XI RPL 1 dan bersekolah di SMKN 1 Karawang. Hobi menulis dan sangat menggemari dunia web development, internet dan desain.

Silahkan berkomentar atau berpendapat melalui form dibawah. Berkomentarlah sesuai dengan isi artikel, link tidak akan ditampilkan, dan komentar yang mengandung unsur SARA tidak diperkenankan.
Jadilah orang yang bijak dan bisa menghargai orang lain
EmoticonEmoticon