Seni Rupa: Pengertian, Unsur, Macam dan Fungsi

Selamat malam pengunjung blog Pintar Sekolah. Pada malam ini saya akan memberikan materi seputar seni rupa yang termasuk ke dalam kategori mata pelajaran Seni Budaya, dimana sebelum artikel ini dirilis sebelumnya saya sudah menulis artikel 7 tips belajar efektif dan efisien yang bisa kamu baca agar cara belajar kamu lebih efektif dan efisien lagi.

Seni Rupa: Pengertian, Unsur, Macam dan Fungsi Pintar Sekolah

Ngomong-ngomong soal mata pelajaran Seni Budaya, apakah disekolah kamu sudah diwajibkan untuk menghafal lagu Indonesia Raya 3 Stanza? Jika ya, dan kamu masih belum hafal, kamu bisa mengunjungi artikel lirik lagu Indonesia Raya 3 Stanza.

Pada artikel kali ini kita akan membahas materi tentang seni rupa secara total dan lengkap. Artinya, kita akan belajar mulai dari pengertian seni rupa, unsur-unsurnya, macam-macamnya hingga fungsi dari seni rupa itu sendiri.

Berbicara seni memang tidak akan menemukan batasnya, karena seni adalah wujud dari sebuah perasaaan emosional yang diungkapkan oleh seseorang dengan indah. Dan semua orang bisa membuat sebuah karya seni.

Seiring perkembangan zaman, seni semakin berkembang dan sudah mengalami banyak perubahan. Dan hingga sekarang, seni memiliki banyak cabang, salah satu cabang kesenian yang paling populer hingga sekarang adalah cabang seni rupa. Dan kali ini blog Pintar Sekolah akan memberikan materi tentang seni rupa.

Pengertian Seni Rupa


Sejatinya, kamu pasti sudah pernah menemukan materi seni rupa pada saat kamu di SMP, namun dijenjang SMA/sederajat kamu juga akan menemukannya lagi. Namun, mirisnya hingga saat ini masih banyak siswa yang belum tahu pengertian dari seni rupa sendiri. Oleh karena itu, silahkan simak dan pahami penjelasan mengenai pengertian seni rupa dibawah ini.

Dikutip dari situs Wikipedia, berikut dibawah ini pengertian seni rupa.

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan.

Sebenarnya, pengertian sederhana diatas sudah cukup jelas. Namun tentu saja perlu diperjelas lagi agar kamu benar-benar paham dan menguasai materi ini.

Jadi, seni rupa adalah sebuah cabang seni dimana cabang seni ini dapat menciptakan sebuah karya seni yang menggunakan media, media tersebut bisa dengan mudah dilihat secara kasat mata atau bisa juga dirasakan dengan cara disentuh atau menggunakan indera peraba.

Sebagai contohnya, karya seni sebuah lukisan yang dilukis oleh pelukis terkenal dan handal. Ia melukis pada sebuah media, yaitu kanvas. Ia melukis dengan sepenuh hati, menuangkan semua imajinasinya dan menyampaikan pesan-pesannya melalui perpaduan warna yang indah.

Orang yang melihat lukisan tersebut pasti akan terbawa suasana dan seolah-olah berada didalam lukisan tersebut dengan hanya memandangnya saja. Nah itulah salah satu contoh wujud karya seni rupa.

Bagaimana? kamu pasti sudah pahamkan untuk materi pengertian seni rupa ini.

Unsur-Unsur Seni Rupa


Setelah memahami pengertian seni rupa melalui penjelasan dan contoh diatas, kamu pasti sudah mulai tahukan bahwa sebuah karya seni rupa tidak hanya terdiri dari satu unsur saja. Ya, seni rupa memiliki beberapa unsur.

Kali ini kita juga akan membahas unsurnya satu per satu. Dan berikut dibawah ini unsur-unsur seni rupa.

1. Titik


Unsur seni rupa yang pertama adalah unsur yang paling kecil, tetapi yang menjadi pondasi awal dari sebuah gagasan atau ide pokok, yaitu titik.

Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar, tanpa titik, unsur-unsur yang lain seperti garis dan bidang tidak akan terbentuk. Oleh karena itulah titik menjadi unsur seni rupa yang pertama. Teknik lukisan seni rupa yang menggunakan variasi ukuran dan warna titik biasa disebut dengan pointilisme.

2. Garis


Unsur seni rupa yang kedua adalah garis. Pada umumnya, garis adalah unsur yang terbentuk karena penggabungan dari beberapa titik. Dan pada umumnya, garis memiliki banyak sekali macamnya. Berdasarkan jenisnya, garis dibagi menjadi garis lurus, panjang, lengkung, pendek, vertikal, horizontal, diagonal, berombak, patah-patah, siral, putus-putus dan lain-lain.

Masing-masing dari jenis garis diatas akan menimbulkan kesan tersendiri. Misalnya garis lurus yang memiliki kesan tagas dan tegak, sementara garis lengkung yang memiliki kesan lembut, dan garis patah-patah yang terkesan kaku.
Baca Juga
Kesan-kesan inilah yang biasa digunakan untuk melambangkan sesuatu dalam sebuah karya seni rupa. Misalnya ...

  • Garis tegak yang melambangkan keagungan
  • Garis miring yang melambangakan kegoncangan atau ketidakseimbangan, dan
  • Garis lengkung yang melambangkan kelembutan seorang wanita.

Sementara berdasarkan wujudnya, garis dibedakan menjadi 2, yaitu :
  • Garis nyata, garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan lengkung. 
  • Garis semu, garis yang muncul karena terdapat kesan balance pada bidang, warna atau ruang.

3. Bidang


Bidang adalah hasil pengembangan dari garis-garis yang dibentuk, sehingga akan menciptakan sebuah bentuk atau bidang yang memiliki sisi.

Berdasarkan bentukna, bidang dibagi menjadi 4 yaitu bidang geometris, bidang biomorfis (organis), bidang beraturan, dan bidang tidak beraturan. Bidang memiliki panjang, tinggi dan lebar pada semua bentuknya, namun ada juga beberapa bidang yang memilki volume.

4. Bentuk


Selanjutnya ada bentuk. Bentuk adalah perwujudan nyata dari sebuah karya dan merupakan bentuk gabungan dari beberapa bidang. Dalam seni rupa, bentuk dibagi menjadi 2, yaitu shape dan form.

Shape adalah bentuk yang tidak memiliki unsur penjiwaan atau penghayatan, jadi hanya bisa dilihat melalui sifat bentuknya saja seperti ornamen, melingkar, dll. Sedangkan form, selain bisa dilihat sifat bentuknya, memiliki nilai juga yang terkandung didalamnya.

Dalam pengelompokannya, bentuk dibagi menjadi 2, yaitu :
  1. Bentuk geometris, merupakan bentuk yang memiliki perhitungan matematika seperti bentuk kubistis dimana contoh bentuk kubistis adalah kubus dan balok. Selain bentuk kubistis ada juga bentuk silindris seperti tabung dan bola.
  2. Bentuk non-geometris, adalah bentuk yang meniru objek alam seperti manusia, hewan dan tumbuhan.

5. Ruang


Ruang merupakan sebuah unsur seni rupa yang terbentuk dari berbagai kumpulan dimensi panjang, lebar dan tinggi serta ruang memiliki 2 sifat.

Sifat ruang yang pertama adalah ruang yang semu atau tidak nyata dimana ruang ini bisa kamu temui contohnya pada seni rupa 2 dimensi.

Sementara sifat ruang yang kedua adalah ruang yang nyata, contohnya adalah ruang pada seni rupa 3 dimensi seperti ruangan kamar dan ruangan patung.

6. Warna


Kita semua tahu bahwa warna adalah unsur seni rupa yang membuat seni rupa tersebut terlihat lebih menarik, lebih ekspresif dan tentunya lebih hidup lagi.

Warna bisa dipelajari melalui 2 teori yang ada. Teori yang pertama adalah teori warna terhadap cahaya yang terdiri dari 7 spektrum warna, dan yang kedua adalah teori pigmen warna. Pada artikel kali ini mari kita pelajari teori yang kedua terlebih dahulu, yaitu teori pigmen warna.
  1. Warna primer. Warna primer adalah warna asli dan bukan merupakan warna hasil gabungan dari warna-warna lain. Warna primer antara lain merah, kuning dan biru.
  2. Warna sekunder. Warna sekunder adalah warna dari hasil gabungan 2 warna primer.
  3. Warna tersier. Warna tersier adalah warna dari hasil gabungan warna sekunder.
  4. Warna analogus. Warna analogus adalah warna yang letaknya saling berdampingan dan masih dalam 1 lingkaran warna. Contohnya adalah deretan dari warna hijau ke kuning.
  5. Warna komplementer. Dan terakhir adalah warna komplementer. Warna komplementer adalah warna yang letaknya saling bersebrangan dalam lingkaran warna. Contohnya adalah warna merah dengan hijau, dan kuning dengan ungu.

7. Tesktur


Tekstur. Tekstur adalah sifat permukaan sebuah karya seni rupa baik ketika dilihat maupun diraba. Sifat tekstur bermacam-macam, bisa terkesan halus, kasar, licin, kusam dan sebagainya.

Tesktur dibagi menjadi 2 dalam seni rupa.

Tekstur yang pertama adalah tekstur nyata. Tekstur nyata adalah tekstur yang mempunyai sifat sama baik ketika dilihat maupun diraba. Jadi tidak ada perbedaan.

Tekstur yang kedua adalah tekstur semu. Tekstur semu adalah tekstur yang memiliki perbedaan ketika dilihat dan diraba.

Tekstur berguna untuk memberikan kesan berkarakter pada sebuah karya seni rupa yang bisa menghasilkan nilai estetika tersendiri.

8. Gelap Terang


Dan unsur yang terakhir dari 8 unsur seni rupa adalah gelap terang. Gelap terang adalah ukuran intensitas cahaya pada sebuah karya seni rupa agar bisa memberi kesan yang lebih indah. Tahukah kamu? Bahwa hanya dengan mengandalkan unsur gelap terang sebuah karya seni rupa bisa terlihat lebih indah dan lebih nyata.

Ada 2 teknik penggambaran gelap terang yang umum diketahui ada sebuah karya seni rupa. Teknik yang pertama adalah teknik chiaroscuro atau yang biasa dikenal juga dengan peralihan warna secara bertahap atau yang sering juga disebut sebagai gradasi.

Dan teknik yang kedua adalah teknik silhouetee yaitu bayangan tanpa peralihan warna secara bertahap atau secara singkatnya kebalikan dari teknik gradasi.

Macam-Macam Seni Rupa


Jangan salah, seni rupa juga memiliki macam-macamnya. Dalam dunia ini, seni rupa memiliki berbagai macam jenis yang dimana masing-masing jenis ini dibedakan lagi sehingga menghasilkan macam-macam karya seni rupa lainnya.

1. Macam Seni Rupa Berdasarkan Fungsinya


Macam seni rupa pertama yang akan kita bahas pada artikel ini adalah macam seni rupa yang dibedakan berdasarkan fungsinya. Berdasarkan fungsinya, seni rupa dibagi menjadi 2, yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan.

Seni rupa murni adalah jenis karya seni rupa yang fungsinya hanya untuk dinikmati melalui keindahannya baik secara dilihat maupun diraba. Jadi, seni rupa murni memiliki fungsi yang memang murni berfungsi sebagai sebuah karya seni yang bisa dinikmati. Contoh karya seni rupa murni adalah lukisan.

Seni rupa terapan adalah jenis karya seni rupa yang selain memiliki fungsi estetis, memiliki fungsi lain juga yang bisa diterapkan oleh manusia pada kegiatan sehari-hari. Contoh karya seni rupa terapan adalah pakaian.


2. Macam Seni Rupa Berdasarkan Wujudnya


Sebuah karya seni rupa tentunya memiliki wujud yang sangat banyak dan bervariasi. Namun, secara umum wujud sebuah karya seni rupa dibedakan menjadi 2, yaitu seni rupa 2 dimensi dan seni rupa 3 dimensi. Berikut dibawah ini penjelasan lengkapnya.

  1. Seni rupa 2 dimensi atau dwimatra adalah karya seni rupa yang hanya terbentuk oleh dua ukuran, yaitu panjang dan lebar dan hanya bisa dilihat dari satu arah saja. Contoh seni rupa dua dimensi diantaranya seni lukis, seni batik, sketsa, dan seni ilustrasi.
  2. Seni rupa 3 dimensi adalah karya seni rupa yang terbentuk oleh tiga ukuran, yaitu panjang, lebar dan tinggi sehingga bisa dilihat dari segala arah. Selain itu, seni rupa 3 dimensi juga memiliki kesan unsur ruang, volum dan bidang. Contoh seni rupa tiga dimensi diantaranya bonsai, patung, seni keramik, diorama dan yang lainnya.

3. Macam Seni Rupa Berdasarkan Massanya


Dan macam seni rupa terakhir yang akan kita bahas pada artikel kali ini adalah macam seni rupa berdasarkan massanya atau waktunya. Pasti kamu heran jika kamu belum mengetahui informasi ini sebelumnya. Apakah sebuah seni rupa uga memiliki massanya? tentu saja.

Seni rupa dibedakan menjadi 3 jika berdasarkan massanya, yaitu seni rupa tradisional, seni rupa modern dan seni rupa kontemporer.

  1. Seni Rupa Tradisional
    Seni rupa tradisional adalah macam seni rupa pertama yang termasuk ke dalam seni rupa berdasarkan massanya. Seni rupa tradisional merupakan seni rupa yang sifatnya tetap, tidak berubah dan sangat statis atau bisa dibilang sangat pakem dan tidak akan mengalami perubahan serta akan selalu diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi hingga saat ini.

  2. Seni Rupa Modern
    Seni rupa modern sebenarnya berasal dari seni rupa tradisional, namun pola atau aturan-aturannya sudah diubah sedemikian rupa mengandalkan kekreatvitasan dari para ahli sehingga sifatnya lebih mengikuti perkembangan zaman dan individualis.

  3. Seni Rupa Kontemporer
    Dan yang terakhir adalah seni rupa kontemporer. Seni rupa kontemporer adalah seni rupa yang terbentuk pada waktu-waktu tertentu atau karena suatu hal yang bersifat viral sehingga karya seni rupa ini bisa dibilang karya seni rupa yang sedang trend atau kekinian.

Fungsi Seni Rupa


Dan materi terakhri dari seni rupa yang akan dibahas oleh blog Pintar Sekolah pada artikel kali ini adalah fungsi dari karya seni rupa itu sendiri. Dan fungsi seni rupa dibagi menjadi 2 yaitu fungsi individu dan fungsi sosial.

1. Fungsi Individu


Fungsi seni rupa yang pertama adalah fungsi individu. Fungsi individu adalah fungsi yang bertujuan untuk memuaskan diri sang seniman itu sendiri. Artinya, seorang seniman menciptakan sebuah karya seni rupa hanya untuk mengekspresikan perasaan dan dengan tujuan kepuasan batin.

Karena karya seni tersebut merupakan gambaran dan luapan perasaannya maka tentu saja hasilnya akan sangat berarti dan mendalam baginya.

2. Fungsi Sosial


Dan fungsi yang terakhir adalah fungsi sosial dimana fungsi ini adalah kebalikan dari fungsi individu. Dengan fungsi sosial, maka seorang seniman bisa memberikan kepuasan kepada banyak orang sekaligus.

Itu dia materi lengkap tentang seni rupa mulai dari pengertian, unsur-unsur, macam-macam hingga fungsinya. Banyak sekali bukan materi seni rupa ini? Bahkan butuh 2 hari bagi saya untuk menulis artikelnya. Jangan lupa bagikan juga ya ke teman kamu.

Nantikan artikel menarik lainnya tentang Seni Budaya hanya di blog Pintar Sekolah. Mohon dikoreksi jika ada yang salah dan jangan lupa bagikan ke teman-teman kamu.

Seorang siswa dari XI RPL 1 dan bersekolah di SMKN 1 Karawang. Hobi menulis dan sangat menggemari dunia web development, internet dan desain.

Silahkan berkomentar atau berpendapat melalui form dibawah. Berkomentarlah sesuai dengan isi artikel, link tidak akan ditampilkan, dan komentar yang mengandung unsur SARA tidak diperkenankan.
Jadilah orang yang bijak dan bisa menghargai orang lain
EmoticonEmoticon