Teks Cerpen : Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, Unsur-Unsur dan Tujuannya

Pada artikel kali ini blog Pintar Sekolah akan memberikan materi atau ringkasan lengkap seputar Teks Cerpen (Cerita Pendek) yang termasuk ke dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Untuk materinya sendiri, kita akan bahas sampai tuntas mulai dari pengertian, ciri-ciri, unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik hingga tujuan teks cerpen. Jadi, simak sampai habis ya.

Teks Cerpen : Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, Unsur-Unsur dan Tujuannya Pintar Sekolah

Apakah kamu sudah pernah mempelajari materi teks cerpen di sekolah? Seingat saya di SMP juga pernah dikenalkan dengan materi yang satu ini, lalu ketika memasuki jenjang SMA dan sederajat maka kita akan belajar teks cerpen lebih jauh lagi.

Saya sendiri langsung bertemu dengan materi teks cerpen yang menjadi materi utama pada bab 1 mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas XI. Bahkan, nanti kamu juga pasti akan mendapatkan tugas atau ulangan yang isinya mengharuskan kamu untuk membuat sebuah teks cerpen karangan kamu sendiri. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa mempelajari semua materi yang berkaitan dengan teks cerpen sejak dini merupakan sebuah hal yang penting.

Pengertian Cerpen


Hal pertama yang akan kita bahas pada artikel kali ini adalah pengertian dari teks cerpen terlebih dahulu.

Apa yang kamu ketahui tentang teks cerpen atau cerita pendek? Secara sederhana, berikut dibawah ini pengertian teks cerpen.

Teks cerpen atau cerita pendek adalah sebuah karya sastra teks yang berbentuk prosa dan bersifat fiktif dimana isinya menggambarkan kehidupan sehari-hari sebuah tokoh dan masalah serta situasi yang terjadi disertai dengan solusinya pada bagian akhir cerita.

Pengertian diatas adalah pengertian yang saya simpulkan setelah saya mempelajari teks cerpen dan sudah saya bandingkan juga dengan pengertian-pengertian cerpen lainnya yang ada di internet.

Namun, adapun beberapa ahli yang mengeluarkan pendapatnya dan mengemukakan pengertian mengenai teks cerpen. Berikut ini beberapa pengertian cerpen menurut para ahli.
  1. Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Dalam cerpen dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan (Kosasih dkk, 2004:431).
  2. Nugroho Notosusanto (dalam Tarigan, 1993:176) mengatakan bahwa cerpen adalah cerita yang panjangnya di sekitar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi yang terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.
  3. Menurut menurut, H.B. Jassin Sang Paus Sastra Indonesia mengatakan bahwa "yang disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian, & penyelesaian".
  4. Sedangkan menurut, A. Bakar Hamid dalam tulisan “Pengertian Cerpen” berpendapat bahwa: yang disebut cerita pendek itu harus dilihat dari kuantitas, yaitu banyaknya perkataan yang dipakai: antara 500 – 20.000 kata, adanya satu plot, adanya satu watak, & adanya satu kesan.
  5. Dan menurut, Aoh. KH, mendefinisikan bahwa: cerpen adalah salah satu ragam fiksi / cerita rekaan yang sering disebut kisahan prosa pendek.

Jika kita perhatikan dan kita simpulkan dari pengertian sederhana teks cerpen dan menurut para ahli diatas, maka teks cerpen merupakan sebuah teks yang kurang dari 10.000 kata atau kurang dari 10 halaman dan teks yang lebih sedikit dibandingkan novel.

Dan cerita yang dikisahkan juga biasanya hanya berfokus pada satu tokoh saja, fokus terhadap kehidupan tokoh, kebiasaan, pertikaian dan masalah serta solusinya.

Saya harap kamu sudah paham dan mengerti tentang pengertian cerpen setelah membaca penjelasan singkat diatas.

Struktur Cerpen


Yang kedua, mari kita belajar tentang struktur teks cerpen. Berikut dibawah ini struktur yang membuat sebuah teks cerpen menjadi utuh dan bisa dinikmati pembacanya.

1. Abstrak/Abstraksi


Struktur pertama teks cerpen adalah abstrak. Abstrak merupakan sebuah gambaran. Artinya, pada bagian struktur abstrak ini, isi atau makna dari teks cerpen tersebut masih belum terlihat jelas dan hanya diberi sebuah penggambaran imajinasi saja. Pada sebuah teks cerpen, struktur abstrak ini bersifat opsional. Artinya, pengaran boleh menggunakan abstrak dan juga boleh untuk tidak menggunakannya.

2. Orientasi


Yang kedua ada orientasi. Orientasi ini merupakan kejadian awal pada sebuah teks cerpen yang bisa berkaitan dengan struktur-struktur selanjutnya. Pada bagian orientasi, diceritakan berbagai macam tokoh, latar, situasi dan berbagai macam kejadian atau peristiwa. Pada bagian ini juga merupakan sesi perkenalan bagi masing-masing tokoh baik secara langsung maupun tidak langsung.

3. Komplikasi


Pada bagian struktur komplikasi ini lah terjadi berbagai macam peristiwa yang menjadi akar permasalahan antar tokoh. Biasanya, kamu bisa dengan mudah mengetahui watak atau sifat sebenarnya masing-masing tokoh berdasarkan cara penyikapannya dalam kerumitan masalah yang akan terjadi.

4. Evaluasi


Lalu, bagian evaluasi lah yang menentukan apakah sebuah teks cerpen itu menarik atau tidak. Disini, pengarang harus bisa membuat sebuah konflik yang menjadi klimaks pada teks cerpen tersebut dan bisa memberikan cerita yang menarik dan bisa menghanyutkan pembaca kedalam imajinasi. Selain itu, akar solusi dari permasalahan yang terjadi juga sudah mulai terlihat disini.

5. Resolusi


Resolusi bisa dikatakan sebuah penyelesaian atau solusi dari masalah yang terjadi di cerpen pada bagian struktur evaluasi. Biasanya, bagian resolusi adalah bagian yang paling dinanti-nanti oleh para pembaca. Oleh karena itu, pengarang juga harus bisa memberikan penyelesaian atau solusi yang menarik juga. Dan resolusi juga sering disebut sebagai akhir atau penutup sebuah teks cerpen.

6. Koda


Dan struktur yang terakhir sebuah teks cerpen adalah koda. Koda merupakan sebuah nilai-nilai positif atau hikmah yang bisa diambil pelajarannya oleh pembaca. Biasanya, koda baru bisa ditemukan oleh pembaca setelah membaca semua isi teks cerpen dari awal hingga akhir. Dan koda bisa berbentuk sebuah nasihat, pelajaran atau juga sebuah peringatan bagi pembaca.

Ciri-Ciri Cerpen


Selanjutnya, mari kita pelajari ciri-ciri cerpen. Sebenarnya, mempelajari ciri-ciri teks cerpen juga tidak kalah pentingnya dengan mempelajari pengertian teks cerpen. Mengapa seperti itu? Karena, saya rasa masih banyak orang atau siswa yang masih ragu akan sebuah teks apakah itu teks cerpen atau bukan dan masih tidak bisa membedakan teks cerpen dengan teks lainnya seperti teks berita.

Jadi, saya harap jika kita sudah mempelajari ciri-ciri tentang teks cerpen maka kita bisa membedakan teks cerpen dengan teks lainnya dan yakin bahwa sebuah teks yang kita baca itu adalah teks cerpen karena kita sudah mengetahui ciri-cirinya yang menjadikan bahwa teks cerpen itu berbeda dengan teks lainnya.

Berikut ciri-ciri cerpen.

  1. Isi cerpen jauh lebih sedikit dibandingkan novel. Selain itu, isinya juga jauh lebih singkat, ringkas, jelas dan padat.
  2. Tulisan kurang atau tidak lebih dari 10.000 kata.
  3. Kurang dari 10 halaman dan biasanya 1 halaman itu mengandung 500 kata.
  4. Cerita bersifat fiktif yang bisa bersumber dari kehidupan sehari-hari, baik pengalaman sang pengarang sendiri maupun pengalaman orang lain.
  5. Tidak menceritakan semua kehidupan tokoh secara lengkap karena hanya mengangkat satu masalah atau peristiwa saja.
  6. Bisa dibaca sampai habis sambil duduk.
  7. Menggunakan kata-kata yang sederhana dan bisa dimengerti masyarakat luas.
  8. Meninggalkan kesan yang mendalam dan membekas serta efek pada pembacanya.
  9. Memiliki alur yang tunggal dan lurus.
  10. Penokohan yang sederhana dan tidak terlalu mendalam.
  11. Semua tokoh ikut andil dalam konflik yang ada hingga akhir penyelesaiannya.

Bisa kita lihat pada pernyataan dan penjelasan diatas bahwa ciri-ciri cerpen cukup banyak dan semua ciri-ciri diatas sudah bisa menyimpulkan bahwa teks cerpen itu berbeda dengan teks lainnya yang ada pada Bahasa Indonesia.

Selain itu, terdapat perbedaan yang besar antara teks cerpen dengan sebuah novel. Biasanya, teks cerpen hanya terdiri dari beberapa halaman saja dan ceritanya juga pendek sesuai dengan namanya. Sementara novel biasanya berbentuk buku tebal yang memiliki cerita yang panjang dan terkadang memiliki cerita yang bersambung.

Jadi, sekarnag kamu bisa kan membedakan teks cerpen dengan teks lainnya? Terutama dengan novel.

Unsur Intrinsik Cerpen


Baca Juga
Dalam cerpen, unsurnya dibagi menjadi dua. Yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Kita akan membahas unsur intrinsik terlebih dahulu. Dimana unsur intrinsik berarti unsur yang terdapat didalam cerpen itu sendiri.

Unsur intrinsik teks cerpen meliputi tema, penokohan, alur atau plot, latar atau setting, sudut pandang atau point of views, gaya bahasa, dan amanat.

1. Tema


Tema adalah unsur intrinsik yang pertama pada sebuah teks cerpen. Tema merupakan ide pokok atau gagasan utama yang melatarbelakangi cerpen tersebut. Tema sendiri dibagi menjadi dua bagian, yaitu tema yang tersurat dan tema yang tersirat.

Tema yang tersurat artinya pengarang memberitahu tema cerpen secara langsung didalam cerita. Sementara tema yang tersirat artinya pembaca baru bisa mengetahui tema yang digunakan oleh cerpen tersebut setelah membaca dan menghayatinya sampai akhir. Contoh tema yang sering diangkat kedalam teks cerpen adalah seputar asmara, pendidikan, kepahlawanan dan lain-lain.

2. Penokohan


Yang kedua adalah penokohan. Penokohan atau perwatakan adalah pemberian sifat terhadap masing-masing tokoh yang terlibat dalam cerpen tersebut. Nantinya, sifat ini lah yang akan menentukan setiap tindakan, sifat dan pandangan terhadap masing-masing tokoh.

Untuk menentukan sifat sebuah tokoh, terdapat dua metode, yaitu metode analitik dan metode dramatik.

Metode analitik adalah menentukan sifat sebuah tokoh secara langsung, artinya pengarang memberitahuka sifatnya secara langsung didalam teks cerpen kepada pembaca. Contohnya penyayang, pemberani, rendah hati, lemah lembut, rakus, jahat.

Sementara metode dramatik adalah menentukan sifat sebuah tokoh secara tidak langsung, artinya pembaca perlu menghayati dan memperhatikan dialog tokoh dengan tokoh lainnya serta tindakannya untuk mengetahui sifatnya.

3. Alur atau Plot


Alur atau plot adalah urutan peristiwa atau kejadian dalam cerita. Ada tiga jenis alur yang harus kita ketahui, yaitu alur maju, alur mundur dan alur maju mundur. Alur maju berarti kejadiannya bersifat terjadi begitu saja dan secara terurut maju ke depan. Sementara alur mundur berarti sang pengarang mengisahkan kejadian atau peristiwa yang pernah dialami tokoh pada masa lampau. Dan alur maju mundur merupakan alur gabungan dari alur maju dan alur mundur dimana terdapat sebuah flashback dalam cerita.

4. Latar atau Setting


Latar atau setting adalah tempat, waktu dan suasana kejadian yang ada didalam cerita.

5. Sudut Pandang


Sudut pandang atau istilah kerennya point of views adalah bagaimana cara pengarang memandang sebuah tokoh utama dalam cerita tersebut. Sudut pandang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang kedua, dan sudut pandang orang ketiga.

Sudut Pandang Orang Pertama


Pada sudut pandang ini, pengarang memposisikan dirinya sebagai tokoh utama yang diceritakan pada teks cerpen tersebut. Sering disebut sebagai kata ganti orang pertama. Biasanya pengarang menggunakan kata "aku, saya" dan lain-lain sebagai kata ganti dalam bentuk tunggal dan kata"kami" atau "kita" untuk bentuk jamak.

Sudut Pandang Orang Kedua


Pada sudut pandang ini, pengarang memposisikan dirinya sebagai tokoh yang diajak bicara. Sering disebut sebagai kata ganti orang kedua. Biasanya pengarang menggunakan kata "kamu, anda, engkau, saudara" sebagai kata ganti dalam bentuk tunggal dan kata "kalian" untuk bentuk jamak.

Sudut Pandang Orang Ketiga


Dan pada sudut pandang yang terakhir ini, pengarang memposisikan sebagai orang yang membicarakan tokoh utama. Sering disebut sebagai kata ganti ketiga. Biasanya pengarang menggunakan kata "dia, ia, beliau" dan lain-lain sebagai kata ganti untuk bentuk tunggal dan kata "mereka" untuk bentuk jamak.

6. Gaya Bahasa


Gaya bahasa merupakan cara sang pengarang bagaimana menceritakan kisah yang dimaksud. Biasanya setiap cerpen atau pengarang pasti memiliki ciri khas gaya bahasa yang berbeda dalam setiap kata atau kalimat yang digunakan dalam ceritanya.

7. Amanat


Dan unsur intrinsik yang terakhir dalam sebuah teks cerpen adalah amanat. Amanat berisi pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca melalui tulisannya. Amanat bisa berupa harapan, keinginan, nasihat atau teguran terhadap pembaca.

Unsur Ekstrinsik Cerpen


Lalu, ada unsur ekstrinsik. Unsur ekstrinsik berarti unsur yang berada di luar teks cerpen. Unsur ekstrinsik cerpen bisa dikatakan sebagai sebuah alasan yang melatarbelakangi mengapa pengarang membuat cerpen tersebut. Dan unsur ekstrinsik cerpen dibagi menjadi dua, berikut ini penjelasannya.

1. Latar Belakang Masyrakat


Latar belakang masyrakat seorang pengarang cerpen bisa berpengaruh besar terhadap karyanya. Artinya, pengarang membuat teks cerpen tersebut berdasarkan kejadian yang terjadi dilingkungan sekitarnya.

2. Latar Belakang Pengarang


Dan latar belaang pengarang berarti hasil pemahaman atau juga pengalaman sang pengarang lalu menuangkan emosinya melalui tulisan-tulisan yang kemudian membentuk cerpen dan karya sastra yang menarik.

Tujuan Cerpen


Dan materi terakhir seputar teks cerpen yang kita pelajari pada artikel ini adalah tujuan dari teks cerpen itu sendiri. Mengapa sebuah teks cerpen dibuat? Berikut ulasannya.

Cerpen dibuat oleh pengarangnya dengan tujuan menuangkan imajinasi atau perasaannya melalui tulisan dan dibuat karya sehingga bisa dibaca oleh para pembaca dan bersifat menghibur serta memberikan pesan kesan atau nasihat tertentu kepada pembacanya.

Saya rasa cukup sampai disini saja penjelasan lengkap dan sederhana terkait materi teks cerpen. Oh ya, sebagai bonus berikut dibawah ini saya buatkan ringkasan atau kesimpulan dari semua materi diatas.

Kesimpulan


  • Teks cerpen adalah sebuah karya sastra prosa yang menggambarkan kehidupan sebuah tokoh utamanya.
  • Struktur teks cerpen ada 6, yaitu abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi dan koda.
  • Ciri-ciri teks cerpen diantaranya, kurang dari 10.000 kata, lebih sedikit, ringkas dan padat dibandingkan novel, terdapat sebuah peristiwa atau konflik yang menarik.
  • Unsur intrinsik teks cerpen ada 7, yaitu tema, penokohan, latar atau setting, alur atau plot, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat.
  • Unsur ekstrinsik teks cerpen ada 2, yaitu unsur latar belakang masyarakat dan latar belakang pengarang.
  • Tujuan teks cerpen adalah untuk mengekspresikan emosi dan perasaan pengarang kepada tulisan agar bisa dibaca dan memberikan hiburan serta nasihat atau teguran terhadap pembacanya.

Baiklah, dan untuk contoh teks cerpennya akan saya bahas pada artikel terpisah. Terima kasih sudah berkunjung ya.

Nantikan artikel menarik lainnya tentang Bahasa Indonesia hanya di blog Pintar Sekolah. Mohon dikoreksi jika ada yang salah dan jangan lupa bagikan ke teman-teman kamu.

Seorang siswa dari XI RPL 1 dan bersekolah di SMKN 1 Karawang. Hobi menulis dan sangat menggemari dunia web development, internet dan desain.

Silahkan berkomentar atau berpendapat melalui form dibawah. Berkomentarlah sesuai dengan isi artikel, link tidak akan ditampilkan, dan komentar yang mengandung unsur SARA tidak diperkenankan.
Jadilah orang yang bijak dan bisa menghargai orang lain
EmoticonEmoticon