18 Jenis-Jenis Pantun dan Contohnya Lengkap

Masih membahas seputar bahasa Indonesia, setelah kemarin mempelajari teks pantun mulai dari pengertian, ciri-ciri, kaidah kebahasaan hingga strukturnya, maka sekarang kita akan mempelajari 18 jenis-jenis pantun dan lengkap dengan contohnya.

18 Jenis-Jenis Pantun dan Contohnya Lengkap Pintar Sekolah

Apakah kamu tahu bahwa teks pantun memiliki berbagai jenis? Mungkin beberapa dari kamu memang sudah ada yang tahu jenis-jenis pantun. Namun, umumnya siswa hanya mengetahui beberapa saja dari total 18 jenis pantun yang ada.

Biasanya, siswa hanya mengetahui jenis pantun seperti pantun agama, pantun jenaka dan semacamnya. Padahal masih ada banyak lagi jenis pantun lainnya tetapi memang pantun seperti yang sudah saya sebutkan diatas merupakan pantun yang wajib diketahui daripada pantun-pantun lainnya.

Tapi, tentu tidak salah jika kita ingin mengetahui dan mempelajari semua 18 jenis pantun agar wawasan kita lebih bertambah lagi.

Jenis Pantun Berdasarkan Keterkaitan Sampiran dan Isi


Jenis pantun yang pertama yang akan kita bahas bersama-sama di blog Pintar Sekolah kali ini adalah jenis pantun berdasarkan keterkaitan sampiran dan isinya.

Apa maksudnya keterkaitan sampiran dan isi? Sebelumnya, saya harap kamu sudah mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri serta struktur dari pantun terlebih dahulu agar kamu lebih mudah untuk memahaminya. Kamu bisa membaca artikel tentang teks pantun jika kamu belum mengetahuinya.
Baca Juga
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pantun memiliki 2 struktur, yaitu sampiran dan isi dimana baris 1 dan 2 merupakan sampiran dan baris 3 dan 4 merupakan isi. Jadi, keterkaitan sampiran dan isi artinya bagaimana sebuah sampiran dan isi dari pantun bisa saling mempunyai hubungan, relasi atau keterkaitan.

Berdasarkan keterkaitan antara sampiran dan isinya, sebuah pantun dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Pantun Mulia


Pantun mulia adalah pantun yang memiliki sampiran yang saling berkaitan dengan isinya, bisa dibilang sebagai isyarat untuk isinya. Untuk lebih memahaminya, kamu bisa melihat 2 contoh pantun mulia dibawah ini.

Air di dalam tambah dalam (sampiran)
Hujan di hulu belum juga teduh (sampiran)
Hati ini dendam bertambah dendam (isi – artinya hatinya bertambah marah)
Dendam dahulu belum juga sembuh (isi – kemarahannya dari dulu masih ada)

Ke warung lama menanti (sampiran)
Tunggu ibu beli nasi (sampiran)
Jadilah anak berbaik hati (isi – artinya harus menjadi anak yang baik, rajin)
Agar bisa berprestasi (isi – artinya supaya bisa mencapai kesuksesan belajar)

2. Pantun Tidak Mulia


Sebaliknya, pantun tidak mulia adalah pantun dimana sampirannya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan isinya. Jadi, sampirannya hanya berfungsi sebagai lafal untuk menyiapkan isinya. Coba perhatikan 1 contoh pantun tidak mulia dibawah ini dan kamu bandingkan dengan 2 contoh pantun mulia diatas.

Berburu di padang datar (sampiran)
Mendapat unta belang kaki (sampiran)
Berguru kepalang ajar (isi – artinya ilmu yang dituntut tidak sempurna)
Bagai bunga kembang tak jadi (isi – artinya tidak akan memiliki faedah)

Jenis Pantun Berdasarkan Isi


Selanjutnya, kita telah tiba di bagian jenis pantun yang paling banyak, yaitu jenis pantun berdasarkan isi. Jadi, pantun juga dibedakan berdasarkan isi atau maksud dari sang pelantun didalamnya. Langsung saja, berikut dibawah ini jenis-jenis pantun berdasarkan isinya.

3. Pantun Anak-Anak


Yang pertama adalah jenis pantun yang ditujukan kepada anak-anak. Pantun anak-anak juga kembali dibagi menjadi 3 jenis, seperti berikut.

1. Pantun Bersuka Cita
Pantun bersuka cita adalah pantun yang isinya mengungkapkan sebuah perasaan bahagia atau kegembiraan. Contohnya :

Burung kenari burung dara (sampiran)
Terbang kearah angkasa luas (sampiran)
Hati siapa tak gembira (isi – arinya setiap anak akan bahagia)
Karena beta telah naik kelas (isi – artinya telah naik kelas)

2. Pantun Berduka Cita
Sebaliknya, pantun berduka cita adalah pantun yang isinya mengungkapkan sebuah perasaan sedih atau dika cita. Contohnya :

Memetik duku di kota Kedu (Sampiran)
Membeli tenda uangnya hilang (Sampiran)
Menangis aku tersedu-sedu (Isi – artinya aku menangis hingga terisak-isak)
Mencari bunda belum juga pulang (isi – artinya tangisku karena ibu lama tidak pulang ke rumah)

4. Pantun Nasib atau Pantun Dagang


Setelah pantun anak-anak, selanjutnya ada pantun nasib atau yang biasa disebut dengan pantun dagang. Pantun nasib atau pantun dagang adalah pantun yang menggambarkan keadaan seseorang.

Contoh pantun nasib atau pantun dagang :

Pergi ke sekolah mampir Cimahi (sampiran )
Depan bukit lihat belalang (sampiran)
Mungkin memang sudah takdir Illahi (isi – artinya sepertinya sudah ketetapan Tuhan)
Badan sakit tertinggal tulang (isi – artinya memiliki penyakit yang tidak kunjung sembuh)

5. Pantun Perkenalan


Pantun perkenalan merupakan sebuah pantun yang biasa dilantunkan ketika ingin memperkenalkan diri atau sedang melakukan perkenalan dengan orang lain.

Contoh pantun perkenalan :

Dari mana hendak kemana (sampiran)
Manggis kupas dengan pisau (sampiran)
Jikalau boleh kami bertanya (Isi – artinya seseorang ingin berkenalan)
Gadis manis siapa namamu (isi – artinya kepada seorang gadis ia menanyakan namanya)

6. Pantun Persahabatan


Pantun persahabatan adalah pantun yang memiliki tema persahabatan atau hubungan antar teman. Berikut dibawah ini ada 3 contoh pantun persahabatan khusus kamu pengunjung setia blog Pintar Sekolah.

1. Lima enam tujuh delapan (sampiran)
Di Pekalongan beli batik (sampiran)
Kalau kau cari teman (Isi – artinya ketika kamu memilih teman atau sahabat)
Seorang teman harus baik (Isi – artinya pilihlah teman yang baik)
2. Beli motor mahal harganya (sampiran)
Tokonya tidak buka (sampiran)
Pilihlah aku orangnya (Isi – artinya kamu lebih baik memilihku menjadi sahabatmu)
Ada ketika suka duka (Isi – artinya karena aku selalu menemani disaat kamu senang maupun sedih)
3. Jalan-jalan kunjungi taman (sampiran)
Pergi naik odong-odong (sampiran)
Jika ingin miliki teman (Isi – artinya ketika ingin memiliki banyak teman)
Jangan engkau berlaku sombong (Isi – artinya harus menjaga sikap tidak boleh sombong)

 7. Pantun Adat


Pantun adat merupakan pantun yang mengandung unsur adat istiadat atau kebudayaan.

Contoh pantun adat :

Menanam kelapa di tanah Bukum (sampiran)
Tinggi sedepa telah berbuah (sampiran)
Adat bermula dari hukum (Isi – artinya adat suatu suku awalnya berasal dari aturan)
Hukum sandar dari Kitabullah (Isi – artinya aturan aturan yang menjadi adat bersandar dari kitab Allah)

8. Pantun Agama


Pantun agama adalah pantun yang biasanya sangat erat kaitannya dengan hal keagamaan dan sering sekali mengandung pesan moral yang ditujukan kepada pendengarnya.

Contoh pantun agama :

Banyak bulan perkara bulan (sampiran)
Tidak semulia bulan puasa(sampiran)
Banyak tuhan perkara tuhan (Isi – artinya di dunia ini banyak sekali agama dengan banyak Tuhannya)
Tidak semulia Tuhan Yang Esa (Isi – artinya namun hanya satu yang mulia yaitu Tuhan yang esa)

9. Pantun Budi


Pantun budi adalah pantun yang berisi nilai-nilai kesopanan dan budi pekerti.

Contoh pantun budi :

Apa faedah berkain batik  (sampiran)
Jikalau tidak dengan sujinya (sampiran)
Apa faedah beristeri cantik
Jikalau tidak dengan budinya

10. Pantun Jenaka


Mungkin pantun jenaka adalah pantun yang paling sering kamu jumpai karena memang banyak sekali orang yang menggemari pantun jenis ini. Pantun jenaka adalah pantun yang berisi sebuah gurauan atau candaan.

Biasanya, sering digunakan oleh sebuah media untuk menyinggung sesuatu tetapi tidak terlalu mencolok dan sering juga dijadikan sebagai pencair suasana.

Contoh pantun jenaka :

Jalan-jalan sekitar rawa (sampiran)
Jika lelah duduk dipohon palm (sampiran)
Geli hati tahan tawa (Isi – artinya ingin tertawa karena lucu namun ditahan)
Melihat katak pakai helm (Isi – artinya lucu ketika melihat katak yang memakai helm, katak sama helm gedean helmnya )

11. Pantun Kepahlawanan


Pantun kepahlawanan adalah pantun bertemakan semangat para pahlawan, patriotisme, nasionalisme

Contoh pantun kepahlawaan :

Jika seorang menjaring ungka (sampiran)
Rebung seiris akan mengukusnya (sampiran)
Kalau arang tercorong ke muka (Isi – artinya pahlawan akan melawan saat penjajah menyerang bangsa)
Ujung keris akan menghapusnya (Isi – artinya perlawanan pahlawan bisa dilakukan dengan keris, yang merupakan senjata asli nusantara)

12. Pantun Kias


Pantun kias adalah pantun yang berisi sebuah makna konotasi atau kiasan dan isinya juga kadang-kadang bersifat tersirat. Biasanya, pantun kias menggunakan berbagai macam perumpaan dan sering bermajas atau bergaya bahasa metafora.

Contoh pantun kias :

Kayu tempinis dari kuala(sampiran)
Dibawa orang pergi Melaka (sampiran)
Berapa manis bernama nira (Isi – artinya sebaiknya mampu mengubah sesuatu, nira : air kelapa)
Simpan lama menjadi cuka (Isi – artinya agar nantinya mendapatkan manfaat darinya)

13. Pantun Nasihat


Pantun nasihat adalah pantun yang berisi sebuah anjuran, saran, himbauan atau pesan yang ditujukan kepada pendengarnya.

Contoh pantun nasihat :

1. Kemuning tengah balai (sampiran)
Bertumbuh lalu semakin tinggi (sampiran)
Berunding pada orang tak pandai (Isi – artinya bermusyawarah dengan orang yang bodoh)
Bagai alu pencungkil duri (Isi – artinya tidak akan menyelesaikan masalah)
2. Pergi ke pasar beli gitar
Belinyanya di toko depan
giat-giatlah belajar
ada manfaat di masa depan

14. Pantun Percintaan


Pantun percintaan adalah pantun yang bertemakan cinta, keromantisan atau sebuah kasih sayang.

Contoh pantun percintaan :

1. Coba-coba bertanam mumbang (sampiran)
Moga-moga menjadi kelapa (sampiran)
Coba-coba menanam sayang (Isi – artinya penulis berusaha memberikan rasa sayang kepada seseorang)
Moga-moga tumbuh cinta (Isi – artinya penulis berharap orang lain pun memiliki rasa cinta)
2. Jelatik elang di awan,
selasih diatas peti.
Sudah cantik dengan padan,
kasih tersangkut di dalam hati.

15. Pantun Peribahasa


Pantun peribahasa adalah pantun yang memiliki susunan tetap dan biasanya cukup jarang ditemui.

Contoh pantun peribahasa :

Ke hulu potong pagar (sampiran)
Jangan terpotong pohon durian (sampiran)
Carilah guru tempat belajar (Isi – artinya selagi masih muda harus belajar dengan seorang guru)
Janganlah sesal kemudian (Isi – artinya agar nanti tidak menyesal dikemudian hari)

16. Pantun Teka-Teki


Pantun teka-teki adalah sebuah pantun yang isinya adalah sebuah tebak-tebakan atau terkaan terhadap pantun itu sendiri. Sepertinya, pantun teka-teki adalah pantun yang paling digemari setelah pantun jenaka karena biasanya pendengar akan langsung tertantang untuk mencari jawaban dari pantun teka teki.

Berikut contoh pantun teka-teki :

Jika tuan membawa keladi (sampiran)
Bawakan pula si pucuk rebung (sampiran)
Jika tuan bijak bestari (Isi – artinya kalau tuan berpengetahuan baik dan luas)
hewan apa tanduk di hidung?( Isi – artinya maka apa nama hewan yang memiliki tanduk di hidung?)

17. Pantun Perpisahan


Pantun perpisahan adalah pantun yang biasanya diungkapkan seseorang yang akan pergi atau yang akan ditinggalkan pergi dimana pesan kepergiannya tersebut disampaikan melalui pantun perpisahan.

Contoh pantun perpisahan :

Pucuk mangga delima batu(sampiran)
Anak sembilang di tapak tangan(sampiran)
Biar jauh di negeri satu(Isi – artinya walaupun jauh namun masih dalam satu negara)
Hilang di mata di hati jangan (Isi – artinya meskipun tak bisa dilihat secara langsung, namun jangan sampai perasaannya juga menghilang)

Itu dia penjelasan lengkap ke 18 jenis pantun sampai contohnya yang ada di Bahasa Indonesia. Saya harap kamu bisa memahami jenis-jenis pantun mulai dari pantun agama, pantun nasihat, pantun jenaka, hingga pantun teka-teki setelah membaca artikel ini.

Nantikan artikel menarik lainnya tentang Bahasa Indonesia hanya di blog Pintar Sekolah. Mohon dikoreksi jika ada yang salah dan jangan lupa bagikan ke teman-teman kamu.

Seorang siswa dari XI RPL 1 dan bersekolah di SMKN 1 Karawang. Hobi menulis dan sangat menggemari dunia web development, internet dan desain.

Silahkan berkomentar atau berpendapat melalui form dibawah. Berkomentarlah sesuai dengan isi artikel, link tidak akan ditampilkan, dan komentar yang mengandung unsur SARA tidak diperkenankan.
Jadilah orang yang bijak dan bisa menghargai orang lain
EmoticonEmoticon