10 Contoh Teks Cerpen Lengkap Dengan Unsur Intrinsiknya

Masih sama seperti beberapa artikel sebelumnya, pada artikel kali ini di blog Pintar Sekolah kita akan membahas mata pelajaran Bahasa Indonesia dan materinya masih seputar teks cerpen. Pada dua artikel sebelumnya, yaitu artikel tentang pengertian teks cerpen dan kaidah kebahasaan teks cerpen, kita sudah mempelajari mulai dari pengertian, struktur, ciri-ciri unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik hingga kaidah kebahasaannya, maka pada artikel kali ini saya akan membagikan 10 contoh teks cerpen.

10 Contoh Teks Cerpen Lengkap Dengan Unsur Intrinsiknya Pintar Sekolah

Teks Cerpen


Sebelum saya membagikan contoh-contoh cerpen, saya akan mengulas kembali tentang pengertian dari teks cerpen terlebih dahulu.

Teks cerpen atau cerita pendek adalah sebuah karya sastra teks yang berbentuk prosa dan bersifat fiktif dimana isinya menggambarkan kehidupan sehari-hari sebuah tokoh dan masalah serta situasi yang terjadi disertai dengan solusinya pada bagian akhir cerita.

Jadi, dengan mengulang kembali pengertiannya, diharapkan kamu sudah benar-benar hafal dan paham tentang pengertian sederhana dari teks cerpen ini.

Struktur Teks Cerpen


Selain mengulang pengertiannya, saya juga akan mengulang kembali materi singkat tentang struktur teks cerpen.

Teks cerpen memiliki struktur sebagai berikut.
  1. Abstrak
  2. Orientasi
  3. Komplikasi
  4. Evaluasi
  5. Resolusi
  6. Koda

Jika kamu penasaran dengan penjelasan masing-masing strukturnya, kamu bisa melihatnya di artikel sebelumnya yang juga ada di blog Pintar Sekolah ini pada kategori Bahasa Indonesia.
Baca Juga

Unsur Intrinsik Teks Cerpen


Dan materi teks cerpen terakhir yang akan saya review kembali pada artikel ini adalah tentang unsur intrinsik teks cerpen karena biasanya pada ulangan atau tugas-tugas mengenai teks cerpen, unsur intrinsiknya kerap kali ditanyakan.

Sebenarnya, didalam teks cerpen terdapat dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang ada didalam teks cerpen itu sendiri. Dan didalam sebuah teks cerpen, setidaknya terdapat 7 unsur intrinsik, diantaranya.
  1. Tema
  2. Penokohan
  3. Latar
  4. Alur
  5. Sudut Pandang
  6. Gaya Bahasa
  7. Amanat

10 Contoh Teks Cerpen Lengkap Dengan Unsur Intrinsiknya


Dan sekarang kita tiba dibagian inti dari artikel ini, yaitu 10 contoh teks cerpen lengkap dengan unsur intrinsiknya. Namun, perlu kamu ketahui bahwa hanya ada beberapa dari 10 contoh teks cerpen dibawh ini yang sudah memiliki unsur intrinsik. Sisanya, menjadi tugas kamu untuk mencari unsur intrinsiknya.

Langsung saja, berikut contoh-contoh teks cerpen mulai dari tema persahabatan, pendidikan hingga cinta.

1. Contoh Teks Cerpen Tentang Persahabatan


Kenangan Di Sudut Kelas Kita

Kenalin aku citra. Dan ini adalah kisahku dengan ketiga sahabatku di masa putih abu-abu. Dia adalah 2 sahabatku rey dan citra. Mereka adalah penyemangat duniaku. Katanya masa SMA ini adalah masa yang menyenangkan begitu juga yang kami rasakan bertiga. Bahagia selalu membuka dan menutup sagala aktifitas kami di sekolah, tapi kisah itu harus berubah 180 derajat disaat sang waktu mulai melangkah dan lelah melihat kami bertiga. Dan inilah kisah kami.

Di saat terakhir MOS kelelahan yang kami rasakan akhirnya terbayar dengan adanya pengumuman kelas masa depan kami nanti di sekolah ini. Tempat di mana aku dan prajurit pembutu mimpi ini akan berperang menghancurkan batu yang menutup kebahagian di masa depan nanti. Kami akan berusaha meraih cita-cita kami bersama di kelas baru ini. Dan tak sabar memakai title baru.

Aku dan kawan-kawan maju ke papan pengumuman itu. Hatiku tak perlu degdegan karena dimanapun ku ditempatkan aku sudah siap. Aku bersyukur di saat aku melihat nama ku di X2. Waw.. bangga ku rasa. Meski masih ada x1 tapi aku bersyukur. Kuperiksa nama teman masa depanku dan aku bahagia aku mengenal 1 orang di sana dia adalah temanku semasa MOS dulu REY.
Hari pertama sekolah dimulai. Agak risih juga memakai baju ini, putih abu-abu. Wajah yang tak kukenal kini berkumpul di kelas itu dengan bahagia, sepertinya mereka merasakan apa yang kurasakan hari ini. Meraka begitu hangat dan ramah lihat saja di sana gadis kecil yang baru datang itu. Dia menyunggingkan senyumnya yang manis sambil menyapa “hai.. selamat pagi.” Dia begitu ramah kelihatannya dia baik.

Gadis itu melangkah ke salah satu tempat duduk di depan sana. Dia sepertinya langsung mendapatkan teman duduk, dan setelah itu dia meneruskan langkahnya ketempat dudukku. Apa dia mengenal ku? 
Atau..? 

“hay rey..” sapa dia pada teman dudukku ini. Ow ternyata dia kenal dengan rey.
“citra.. kamu di sini juga” kata rey dengan ramah. Kelihatannya mereka adalah teman dekat.
“ia dong brow.. hum asik yah kita bisa satu kelas. Jadi kalo pulang bisa pulang bareng dong..”
“iya lah. Asik wah sebuah kebetulan yang luar biasa..”
Citra memandangku. “hay.. senang bertemu denganmu. Boleh kenalan?”
“juga.. namaku arga.”
Tak kuduga dari sinilah mulai terukir persahabatan antara kami bertiga, setiap pagi senyuman manis mereka menbuatku semangat. Canda tawanya membuatku bahagia, ketika hati tengah gundah mereka selalu siap menjadi tempat curhat ku, meski kadang perbedaan selalu terbentang jauh namun tak pernah kami bertengkar selalu ada jalan keluar untuk masalah yang mendatangi kami.
“penguman disampikan kepada siswa kelas X yang berminat menjadi anggota musik smansa agar segera mendaftarkan diri di panitia.”

Wah. Hal ini begitu membuatku girang, setelah sekian lama menunggu kesempatan untuk bergabung dengan musik smansa yang selalu menjadi buah bibir di masyarakat kini akan aku wujudkan. Aku berjanji di suatu saat nanti aku akan menjadi anggota musik smansa, meski tantangannya berat. Kali ini kami bertiga mengikuti audisi itu, karena tampa ku sadari ternyata kami bertiga memiliki hobby yang sama dalam musik.

“waw.. harus semangat nih secara kita bertigakan ikut..” kataku menyemangati
“yoi tapi masih banyak sih saingan.” Kata citra
“ia nih aku kok gak PD yah..” kata rey merenda. Ya meski sebenarnya jika aku melihatnya dia memiliki bakat.
“aduh aku gak mau daftar deh kayaknya, aku takut.” Kata Rey pesimis. Setelah melihat banyak anak-anak yang berminat, khususnya yang menjadi anggota exkul paduan suara.
“aduh Rey, gak ada salahnya kali mencoba. Coba aja dulu siapa tau bisa, kalo gak bisa lolos kan anggap aja ini sebagai pengalaman iya kan.” Kata Citra yang selalu menberi dukungan.
“iya benar tuh Rey..” kataku menimpali.

Akhirnya nama kami bertiga ditulis di kertas pendaftaran itu, Rey suara bass, aku di tenor dan citra sebagai alto. Partitur segera dibagikan dan yang menbuat ku kaget besok langsung audisi menbaca not. Saat inilah solidaritas kami teruji. Meski beda suara namun kami terus berlatih bersama saling mendukung.

“do.. re.. mi…” suara melodi yang kami keluarkan, ternyata membaca not itu menyenangkan juga Meski ada beberapa yang susah, dan kadang aku salah dalam membaca tanda not tapi kita bertiga tak menyerah. Kita berusaha sebisa mungkin.
“gais.. lelah juga yah latihan. Terapi dulu yuks.” Kataku yang mulailelah berlatih seharian. Yang langsung ditimpali rasa penasaran citra.
“ha! Apa kunteng? Terapi? Yang bener? Terapi apaan? Dimana?” aduh buset dah.. kelewatan bangat nih orang nanya biasanya juga satu-satu.
“iya. Terapi ikan. Dekat leb komputer.” Aku menjelaskan sedetail mungkin. Lucu juga sih biasanya kan yang makan ikan tuh manusia. Ini ikan yang makan manusia. Hehehe.. lain coy
“wah asik nih. Langsung cebur dah gue.” Kata citra cewek yang suka aneh itu. Dia langsung membuka sepatunya dan menaruh kakinya di kolam ikan itu. “aw.! aw! geli.. geli..” kata citra seketika sambil melompat-lompat. Aku dan rey tertawa geli meihat tingkah citra yang lucu.
“makanya.. kalo bertindak tuh jangan asal. Sotoy sih lo.” Kata Rey merayu. Wajah citra seketika berubah cemberut lucu juga.
“udah ah dari pada bertengkar ke kelas lagi yuk. Latihan lagi kan kita mau audisi ntar.” Kata u.
Yeah.. sampai di kelas lain lagi yang dibuat. Rey malah utak-atik kamera. “woi. Foto bareng yuk.” Akhirnya kita malah sibuk lagi bertiga mengekspresikan gaya-gaya yang super alay. “creg.. creg..” fotonya unik juga. Orangnya kayak do re mi lagi.

Sekarang jam 3.
OMJ waktu sepertinya begitu cepat. Kita melangkah ke ruang musik untuk audisi. Di sana telah banyak anak-anak. Waw banyak juga yang berminat. Di sana kami bertiga saling mendukung sambil hatiku tercengang. “semangat..”

Akhirnya setelah melakukan audisi dengan waktu yang panjang. Audisi selesai juga. Tinggal nunggu pengumuman. Dan besok kita dengar pengumannya. Takut juga.
“wi.. pasti gua gak lolos nih” kata rey dan citra. Aduh kenapa ni berdua jadi pesimis. Aku jadi terbawa lagi. Tapi besok baru diterima jawaban yang pasti.

Kami bertiga melangkah ke papan di ruang musik, banyak sekali anak-anak di sana. Kami mencari nama masing-masing. ‘Arga’ yes namaku ada. ‘rey putra’ yeah rey juga masuk. Dari tadi citra cemberut dan sedih. “kenapa lo?” “liat aja sendiri” katanya cuek. Di sana tidak ada nama citra. Sedih sekali rasanya. Seketika air mata citra jatuh, dengan kecewa citra berlari pulang. Aku sedih melihat sahabatku ini.

“citra tungguin kita dong” kami berlari mengejar citra dan akhirnya dapat juga. “woi jangan sedih gitu dong. Ini kan baru tahap pertama lagian kamu juga yang bilag kalo gak lolos anggap aja ini pengalaman.” “kalian gak tau apa yang aku rasakan karena kalian lolos”
Mulai saat itu citra gak peduli lagi sama kita, dia pendiam dan tidak seceria dulu, banyak perubahan padanya, dia kini tidak sesemangat dulu dalam belajar musik, bahkan selalu menutup telinga ketika mendengar kata musik, jujur kita sedih bangat.

“rey. Aku kasian deh sama citra.”
“aku juga. Dekati yuks.”
Kita mendekati citra. “citra lo kok gini sih.”
“begini apa?”
“lo tuh berubah”
“gak kok. Perasaan kalian aja”
“gak cit. cit kita ngerti kok gimana perasaan lo..”
“memangnya perasaan gue gimana?”
“lo pasti sedihkan lo gak lolos, tapi lo gak boleh nyerah. Lo juga jangan jauhin kita dong kita kan kangan sama lo, kasian l yang selalu murung gitu, apa lo gak kangan sama kita?”
Sesaat citra terdiam. Sambil meneteskan air mata. Aku dan rey menghapus air matanya.
“lo gak boleh nangis, karena air mata lo adalah luka untuk kita, dan sebagai sahabat kita gak mau liat lo gini terus, kita sayang sama lo.”
“iya maafin gue yah, gue janji gak akan murung lagi”
“yeah.. gitu dong.”

Aku dan rey segera memeluk citra, bahagia rasanya melihat citra bahagia lagi.

2. Contoh Teks Cerpen Tentang Cinta


Takdirlah Sutradaranya

Andai kau menyatukan sepasang kasih, tiada luka menyayat lara, tiada puitis mengandung dusta tiada air mata terbuang percuma, tiada hidup berakhir sia. Tidakkah kau dengar rengkuhan doa memanggil cinta?
Takdir, kutulis kisahku menyentuh ibamu, berharap kau satukanku dengan kasihku.

Disepertiga malam, masa seakan berhenti. Seakan semua terkesima mendengar munajatku yang memohon akan cinta.
Kasihku berawal dari perjumpaanku dengan Rahman, kala ia menjadi guru ngajiku.
Rahman istimewa. Ia tuli dari konsonan kata tak bermakna, ia bisu dari ucapan kotor dari bibirnya, ia lumpuh dari jalan mungkar. Ia hafidz. Ia nyaris sempurna. Namun, penglihatan diambilNya, agar ia tak terlena oleh kegelimangan dunia fana.
Aku mencintainya.
contoh teks cerpen cinta
Suatu hari, Rahman meminagku. Aku bahagia, hingga aku lelah sendiri agar semesta tau tentang bahagiaku.
Namun kenyataan menumbuhkan ego, kala orangtuaku menolak Rahman, bahkan mencacinya.
“Dasar orang buta! Mau kau kasih makan apa anakku. Hidupmu saja di panti asuhan. Mau kau ajak ngemis nantinya he…”
Cinta. Aku kalap. Orang tuaku murka hingga menumbuhkan penyakit ginjal dalam diriku.
“Jika kita berjodoh, Insyaallah kita akan bertemu sebagai pasangan yang hahal La.”
Ingin hati memeluknya. Menangis, bercerita akan hidupku yang rapuh digerogoti asa yang terlanjur bahagia.
“Aku mencintaimu Mas.”
“Aku pun masih mencintaimu La. Tapi, simpanlah cinta itu untuk pasangan kita kelak.”
“Mas…” aku menunduk. Pandanganku kabur. Gelap.

Nyeri menusuk igaku. Tarikan nafas seakan mencekikku. Setelah operasi ginjal tiga hari lalu, aku siuman.
Sebuah mukena dan tape recorder ada di sebelah tempat tidurku.
“Laila terkasih…
Telah kuterima ketulusanmu dengan cintaku. Jaga ginjalku Lalila. Perkenalan denganmu adalah bahagiaku, aku pergi dengan tenang, kutunggu kau di surga, bersama kebahagiaan cinta kita. Insyaallah.”
Aku terseok mengejar waktu membawa Rahman pergi. Menghampiri hujan uang serasa menjahit kulitku.
Kejam!! Takdir… Kemana kau bawa Rahman? Aku ingin kebersamaan, bukan ginjal…
Sebuah truk melaju kencang. Aku mematung di tengah jalan. Biar kuakhiri semua disini. Aku siap. Rodanya melaju semakin dekat. Aku memejamkan mata dan… trus itu menembus tubuhku.
Tubuhku terlihat samar. Terasa ringan terangkat ke udara. “Kau tak perlu melakukan itu Ukhti.” suara Rahman lembut, lalu menggandeng tanganku menuju titik terang.

Siti menangis tersedu di atas makam putrinya, Laila. Operasi yang dijalani anaknya gagal. Penyesalannya adalah anaknya meninggal dalam keadaan kecewa akan cinta yang ditentangnya. Ia hanya bisa meratap penuh penyesalan.
“Maafkan ibu nak. Semoga kau bahagia di surga bersama Rahman…” doanya.

3. Contoh Teks Cerpen Tentang Pendidikan


Kartu ATM

“Sekarang pakai kartu ATM kalian!”, perintah Bu Nisa, guru Agama kami.
ATM itu singkatan dari Aku Tidak Menyontek. Untuk mendapat kartu itu kita harus mematuhi sebuah peraturan, yaitu tidak menyontek. Kartu ATM dipakai saat ulangan dan saat latihan. Tapi, aku tidak mempunyai kartu ATM, karena aku orangnya tidak pintar dan malas belajar.
Akhirnya, ulangan pun dimulai. Aku mengerjakan soal-soal itu. Tapi, nomor 1, 3, 4, 7 dan 9, aku kesulitan. Kulihat ke sampingku untuk bertanya. Sayangnya ia memakai kartu ATM. Kulihat ke arah lain. Mereka juga memakai kartu ATM. Bu Nisa tersenyum melihatku. Akhirnya, aku pun bertanya ke Varia dengan mengancam kalau tidak jawab, ia tidak akan boleh pulang denganku. Tapi, ia menunjukkan kartu ATMnya. Aku mulai merasa kesal. Aku pun menjawab soal itu dengan asal-asal.
contoh teks cerpen pendidikan.

Saat Pulang…
Aku langsung berlari ke mobil Ayah. Aku biarkan Varia mencariku. Biarin aja dia mencariku. Siapa suruh ia tidak memberiku jawaban. Aku pun memasuki mobil Ayah. Kak Fani, kakak perempuanku, sudah berada di dalam mobil.
“Varia mana, Len?”, tanya Ayah. “Mana aku tahu”, ucapku sambil melihat ke arah Ayah. “Kita tunggu aja, ya”, kata Ayah.
Aku benci mendengar Ayah berkata begitu. Kulihat Varia membuka pintu mobil dengan muka pucat dan penuh dengan keringat.
“Kamu kenapa tinggalin aku, Len?”, tanya Varia. “Siapa suruh tadi kamu begitu”, ucapku dengan suara sedikit kasar. “Varia, kamu pakai kartu ATM juga?”, tanya Kak Fani. “Iya, Kak”, jawab Varia. “Kakak juga ada”, kata Kak Fani sambil menunjukkan kartu ATMnya. “Kartu ATM itu apa?”, tanya Ayah.
Kak Fani dan Varia menjelaskan kartu ATM kepada Ayah. Aku hanya terduduk diam memandangi jendela. Setelah selesai menjelaskan, Ayah pun mengerti.

“Wah… Helen ada?”, tanya Ayah. “Nggak ada, Yah”, jawabku menundukkan kepalaku. “Kamu tahu, gak, Len? Kalau ikut ATM, kita akan dapat kelebihan, loh”, kata Varia sambil menyodorkan sebuah kertas. “Wah… Aku mau ikut, Var. Besok aku daftar, deh sama Pak Stanlius. Kamu temeni aku, ya, Var”, ucapku tersenyum setelah membaca kertas itu. “Ok”, kata Varia.

4. Contoh Teks Cerpen Tentang Persahabatan


Indahnya Sebuah Persahabatan

Betapa menyenangkannya menjadi orang kaya. Hidup serba berkecukupan. Apapun yang diinginkan akan terpenuhi. Karena semua sudah tersedia. Seperti halnya Tiyas. Seorang anak orang kaya yang menjadi banyak sorotan, Berangkan dan pulang selalu diantar oleh supir pribadi dan mobil mewahnya.

Meskipun bergelimang harta tiyas tidaklah menyombongkan diri. Tidak kalah dengan Tiyas, Orang tua Tiyas juga merupakan orang yang baik dan ramah, Tidak berpatokan pada harta dalam bergaul dan tidak membeda-bedakan orang disekelilingnya. Kawan-kawan Tiyas sangat suka dan betah berlama-lama di rumah Tiyas karena mereka selalu disambut ramah dan diperlakukan seperti keluarga sendiri oleh keluarga Tiyas.

Tiyas memiliki seorang sahabat yang sangat setia menemaninya dalam menghadapi lika liku kehidupan. Tidak jauh dari rumahnya Dwi sahabat tiyas tinggal di kampung dekat rumah Tiyas, hanya saja dipisahkan oleh RT saja. Namun sudah hampir dua minggu Dwi tidak mengunjungi Tiyas di rumahnya. “Hmmm Dwi kemana ya mah, Biasanya hampir setiap hari Dwi main kesini. Tapi ini sudah hampir lewat dua minggu Dwi tidak datang lagi.” Ujar Tiyas. “Mungkin Dwi sedang sakit!” jawab Mama Tiyas. “Ih, iya juga ya mah, siapa tahu memang Dwi lagi sakit. Kalo begitu nanti sore Tiyas mau menengoknya” katanya  dengan penuh semangat.

Sudah lima kali Tiyas mengetuk pintu rumah Dwi. Karena menunggu lama tidak kunjung dibuka akhirnya Tiyas memberanikan diri untuk bertanya kepada tetangga tentang menghilangnya Dwi. Benar saja, Ternyata sudah dua minggu Dwi ikut orang tuanya pulang ke desa. Sebab ayahnya habis kena PHK. Akhirnya keluarga Dwi memutuskan untuk kembali ke desa dan memilih menjadi petani.
“Oh, kasihan sekali Dwi,” ujarnya didalam hati,
Di rumahnya, Tyas tampak melamun sambil memikirkan nasib sahabat setianya itu.
“Ada apa Yas? Kok kamu nggak seperti biasanya, malah tampak lesu dan kurang semangat.” Papa bertanya sambil menegur.
“Dwi, Pa.” Jawab Tiyas
“Memangnya ada apa dengan Dwi sehingga membuatmu muram, Apa dia sedang sakit?” Tyas menggeleng kepada ayah.
“Lantas kenapa?” Papa menjadi penasaran.
“Sekarang Dwi sudah pindah rumah. Kata tetangga sebelah rumahnya Dwi ikut orang tuanya pulang ke desa. Kabarnya bapaknya habis di PHK dan memilih untuk menjadi petani”.
Sambil menatap Tiyas papa termenung memikirkan ucapan tiyas dengan rasa setengah tidak percaya.
“Kalau Papa tidak langsung percaya, Coba tanya deh, sama Pak RT atau ke tetangga lain” ujarnya.
“Lalu apa rencana kamu?”
“Aku harap Papa bisa menolong Dwi!”
“Maksudmu?”
“Aku pengen Dwi bisa disini lagi” Tyas  memohon dengan agak mendesak.
“Baik kalau itu bisa biki kamu seneng. Tapi, kamu harus bisa mencari alamat rumah Dwi yang di desa” kata Papa.
Berkat bantuan pemilik kontrakan bekas rumah Dwi akhirnya tiga hari kemudian Tiyas berhasil memperoleh alamat rumah Dwi yang berada di desa. Ia merasa sangat senang. Kemudian Papa bersama dengan Tiyas datang ke rumah Dwi di sebuah desa terpencil dan lokasi rumahnya masih masuk ke dalam lagi. Bisa di tempuh dengan jalan kaki dua kilometer. Kedatangan kami disambut orang tua Dwi dan Dwi sendiri. Betapa gembira hati Dwi ketika bertemu dengan Tiyas. Mereka berpelukan cukup lama untuk melepas rasa rindu. pada awalnya Dwi sangat kaget dengan kedatangan Tiyas secara tiba-tiba.
“Maaf ya Yas. Aku tak sempat memberi kabar ke kamu kalo aku mau pindah”
“Ah, tidak apa-apa. Yang penting aku sudah ketemu kamu dan merasa senang.”
Setelah berbincang cukup lama, Papa menjelaskan tujuan kedatangan mereka kepada orang tua Dwi. Ternyata orang tua Dwi tidak keberatan, mereka menyerahkan segala keputusan kepada Dwi sendiri.
“Begini, Wik, kedatangan kami kemari, ingin mengajak kamu untuk ikut kami ke Surabaya. Kami menganggap kamu itu sudah seperti keluarga kami sendiri. Gimana Wi, apakah kamu bersedia ikut?” Tanya Papa.
“Soal sekolahmu,” lanjut Papa, “kamu nggak usah khawatir. Sseluruh biaya pendidikanmu biar papa yang menanggung.”
“Baiklah kalau memang Bapak dan Tiyas menghendaki saya ikut, saya mau pak. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan Bapak yang mau membantu saya dan keluarga saya.”
Kemudian Tiyas bangkit dari tempat duduk lalu mendekat memeluk Dwi. Tampak mata Tyas berkaca-kaca tidak kuat menahan kebahagiaan. Kini Dwi tinggal di rumah Tiyas. Sementara orang tuanya tetap tinggal di desa. Selain untuk mengerjakan sawah, mereka juga merawat nenek Dwi yang sudah semakin tua.

Berdasarkan contoh cerpen diatas maka kita dapat menganalisa unsur intrinsiknya sebagai berikut :

Unsur Instrinsik Cerpen

  • Tema : Persahabatan.
  • Tokoh : Tiyas, Papa Tiyas, Mama Tyas dan Dwi.
  • Watak :Tiyas Suka Menolong, Dwi tidak suka membebani orang lain, Papa Tiyas Baik hati dan ramah, Mama Tiyas : Peduli.
  • Alur :  Maju.
  • Latar : Tempat - Rumah Tiyas, Rumah Dwi.
  • Waktu : Siang Hari.
  • Suasana : Mengharukan.
  • Sudut pandang : Orang Pertama.
  • Amanat : Sebagai makluk tuhan kita harus saling tolong menolong dan Berbagi kepada sesama.

5. Contoh Teks Cerpen Tentang Cinta


Cinta Sejati Romantis

Icha tengah melamun memandangi langit malam yang penuh bintang bertaburan berkelip diangkasa pada malam itu. Icha sedang memikirkan seseorang yakni mantan kekasihnya, karena mereka baru saja putus hubungan.
“kenapa kok tega banget sih dia sama icha, padahal aku sayang banget, cinta banget sama dia tapi kenapa dia pergi dari aku hanya untuk orang perempuan lain” Curhat icha kepada teman cowoknya.
“Udahlah, mending kamu move on deh, cari cowok lain yang lebih baik dari dia” jawab eko (temannya)
“tapi kan ko, Nyari cowok buat gantiin dia itu nggak semudah itu” sahut icha.
“Memang sesulit apa cari pengganti mantanmu itu sih?” tanya eko
“Aku enggak mau disakitin lagi, aku harus cari orang yang bener-bener cinta sama aku” jawab chacha
“aku cinta sama kamu, sayang sama kamu” ujar eko
“Bercandamu enggak lucu ko” sahut Icha
“Aku serius cha, aku tuh beneran sayang kamu cinta kamu, aku bisa kok jaga kamu sampai kapanpun kamu mau kan jadi pacar aku?” tatap eko dengan penuh harap
“em... kalo emang kamu beneran cinta sama aku, oke deh aku mau” jawab icha

Pada malam itu kisah cinta mereka berdua pun dimulai dengan indah.
Janji untuk saling menjaga dan mencintai hingga maut menjemput pun di ikhrarkan oleh keduanya.
Hari demi hari mereka menjalaninya dengan penuh cinta.
Disaat icha kehujanan eko pun berusaha memeluk icha dengan erat.
Disaat icha terluka pun eko juga akan sigap mengobati lukanya.
Sampai suatu hari icha menemukan secarik kertas surat dimeja sekolahnya.
Dibukalah kertas itu dan dibacanya

“Sayangku, jika suatu hari aku sudah tidak disampingmu untuk selalu mencintai dan menemanimu, janganlah kamu teteskan satu butir air mata untukku.
Ingatlah, aku akan selalu bersamamu, dimanapun, dan kapanpun.
Aku akan tetap menepati janjiku kepadamu untuk selalu menjaga dan melindungimu, sekalipun kamu tidak bisa bisa meluhatku aku akn berusaha yang terbaik untukmu.
Sayangku, mulai sekarang jagalah dirimu, jangan mencariku karena itu akan sia-sia saja.
Aku akan selalu sayang padamu selamanya. Love u Icha
Dari: Eko” Bunyi surat itu.

Setelah membaca surat itu hati Icha menjadi tidak tenang dan gelisah. Akhirnya ia bertanya pada temannya ririn

“cha, kamu kenapa?” tanya ririn
“Aku enggak ngerti maksutnya eko, dia ngasih surat ini ke aku” jawab Icha
“Emm cha, emang kamu belum tau yang terjadi sama eko??” Tanya ririn lagi
“Apa rin??? apa yang terjadi?” Icha bertanya balik
“Eko barusan mengalami kecelakaan parah cha, dan sekarang dia keritis di rumah sakit” Jawab ririn.

Icha yang terkejutpun langsung berangkat pergi ke rumah sakit dengan ririn.
Icha melihat Eko terbaring lemah di UGD, dibantu dengan alat pernafasan seadanya.
Icha pun menerobos masuk encoba untuk masuk ke ruang rawat namun dokter dan suster menjadi penghalang icha dengan eko saat itu. Tidak lama berselang dokterpun keluar ruangan UGD
Dokter memberitahukan bahwa eko sudah meninggal dunia.
Seketika itu juga Icha langsung drop dan menangis tanpa henti karena merasa kecewa terhadap diri sendiri yang tidak bisa menjaga eko kekasihnya.
Ichapun pulang dengan perasaan lesu dan tidak memiliki semangat lagi untuk menjalani hidup.

Keesokan harinya ririn mencoba untuk menemui Icha di kontrakannya, kebetulan icha menempati kontrakan seorang diri. Betapa kagetnya ririn karena menemukan Icha dikamar mandi dengan tangan berlumuran darah. dan sedang memegang secarik kertas.
“Mungkin tindakanku ini sangat salah, dan sangat berdosa.

Tapi jujur aku sudah tidak tahan dengan kehidupanku sekarang. Ditinggalkan oleh kekasihku yang benar-benar mencintaiku. Aku akan segera menyusulmu dan mugkin kita akan bertemu dan bahagia di alam sana.
Aku juga akan menepati janjiku kepadamu, bahwa akan mencintaimu didunia dan di akherat sana.
Eko, aku sayang padamu sampai akhir nafasku."
Dari : Icha

Itulah cerpen romantis tentang cinta sedih yang romantis yang dapat kita ambil manfaatnya. Sepatutnya kita tidak meniru Icha dalam cerpen ini, karena bunuh diri adalah hl yang dilarang oleh agama. Kita tidak boleh berputus asa dan menyerah dalam menghadapi cobaan hidup. Dan cara yang diakukan icha adalah sebuah kesalahan besar. Selalu ingat bahwa Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hambanya. Terimakasih.

6. Contoh Teks Cerpen Tentang Cinta


Cinta dan Takdir

Jam dinding terus berputar, gerimis semakin menjadi hujan. Sudah hampir tiga jam dan sekarang hampir mendekati waktu maghrib, Sika yang sejak pulang sekolah terus mengurung diri di dalam kamanya. 
Kembali sika melirik buku catatan kecilnya seraya buku catatan itu berkata "baca aku sika!". Namun sebaliknya sika melempar buku itu ke lantai karena kesal ia berkata "aduhhhh susah banget sihhhh masuk ke otak" keluhnya karena belajarnya tidak bisa maksimal. Karena sika merasa pusing dan lelah akhirnya ia menyelonjorkan kaki di kasurnya dan mengambil posisi berbaring. Sembari berbaring entah kenapa ia teringat dengan mantan kekasihnya "hmm andai sajaaaa... AHHH jadi tambah males, kenapa sihhh!" seru sika karena teringat mantan kekasihnya. 

Sama seperti perempuan pada umumnya yang pernah merasakan jatuh cinta dan patah hati. Sika merasakan hal yang serupa ketika masih berpacaran dengan andri. Dalam hatinya sika menyesal karena telah menyianyiakan andri "Ah bodoh banget sih aku, kenapa aku dulu harus menyianyiakan andri" Penyesalan itu terus berlajut ketika ia melihat foto andri yang disimpannya dalam laci "ih kenapa aku dulu harus membuat kesalahan". "kenapa aku kurang bersyukur udah punya pacar kayak andri". Meskipun andri bukan laki-laki yang dewasa dan lebih terkesan kekanak-kanakan namun oada kenyataanya sika tidak dapat lepas dari andri. Pada saat andri memberikan sepucuk surat kecil kepada sika tentang perasaanya yang ingin putus sika tidak tahu lagi harus mengiyakan atau menolak pada saat itu. "kenapa aku tidak bisa berpikir lebih dewasa sih?" ujar sika. Semenjak putus dengan andri sika sering melamun seorang diri, berkhayal andaikan waktu dapat diputar dan ia dapat berpikir lebih dewasa pada saat andri memberikan surat putus itu.

Meskipun sika hidup dalam keluarga yang lebih terkesan "broken home" karena memiliki seorang ayah yang ringan tangan tidak membuat sika menjadi perempuan yang pendiam dan sedih. Sejatinya sika adalah perempuan yang tegar.

Telolet Telolet! Bunyi bel istirahat di sekolahnya berdering kencang, namun sika tetap tidak beranjak dari bangkunya. Dengan tatapan kosong dan tanpa gerakan selayaknya orang tertidur, sika bengong dan melamun hingga salah seorang temannya membangunkan sika dari lamunannya.

“Sikkk!” sambil memegang tangannya yang menyangga kepala.
“elu kok melamun aja sih, Kenapa?”
“Aduhhh rin, ngagetin dehh, lagi pusing nih.”
“Ohh Pantesan kok keliatan lesu, biasanya juga sholat dhuha sekarang udah jarang. hihihi.”
“Ihhh itu ada andri tuh sikk", ujar rini sambil menyenggol sika. "Paan sih! Kalo kamu suka dia ya jangan nyenggol aku!" "Yeeee, yang suka aku apa kamuuu?" balas rini dengan penuh sindiran. Sejenak guyonan kedua sahabat itu membuat sika tersenyum kecil hingga ia iangat peristiwa pemukulan ayahnya yang dilakukan pada ibunya tadi malam. Memang ayah sika adalah orang yang ringan tangan, meskipun ibu sika hanya sekedar mengingatkan jangan merokok dan minum miras namun yang didapat malah tamparan dan pukulan.
"Aku udah putus rin dari andri" ujar rini" sambil menahan ketawa yang sebenarnya terasa begitu pahit di hati. Bukan tanpa alasan hati sika terasa pahit karena menahan beban pikiran dan beban kehidupan yang ditanggungnya melihat ibu sika selalu dipukul.
Hari demi hari terus berlalu, Namun perasaan sika pada andri ternyata tidak dapat berubah. Sika tidak dapat membohongi perasaanya bahwa sika masih memendam rasa pada andri. Pada satu siang pada pelajaran matematika, seperti biasanya sika terlelap dalam lamunannya, membayangkan andai saja andri masih menjadi pacar sika "hmm andri andaikan kamu masih jadi pacarku, aku kangen semasa kita pacaran" ujar sika. Hingga salah satu temannya yang bernama trimo menepuk pundak sika dan berkata "sikkk kok ngalamun aja sihhh???" tanpa sengaja sika berteriak karena kaget akan tepukan trimo "ahhhhhhh" teriak sika. Guru matematika sika yang terkesan galak (karena memang kebanyakan guru matematika galak hehehe) sontak menoleh ke arah sika yang seperti orang kebingungan. "Sika kenapa kamu? ayoo maju sini" ujar bu guru. "eee enggak kok bu" balas sika dengan wajah bingung dan memelas" Seisi kelas menahan rasa ingin ketawa karena jika mereka ketawa sudah pasti mereka akan jadi korban selanjutnya hehehe.
Terdapat dua orang yang tidak tertawa, justru sebalikanya, malah mereka berpikir kenapa sika menjadi begini. orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah rini dan andri yang merupakan teman sekelas sika. 
"hmmm kenapa ya sama sika, kok makin kesini makin buruk aja dia" ujar andri.
"apa mungkin karena kita habis putus" "atau karena dia ada masalah" hmmm.

Disisi lain bu yuli selaku guru matematika memarahi sika habis habisan. Seperti orang yang habis makan cabe rawit 1000 biji. Muka ibu yuli memerah karena menahan marah "Kamu itu yaaaaa, kalo nggak niat ikut pelajaran saya ya gak usah ikut. Ngganggu temenmu yang lain tau gak?! bikin susah aja!" bentak bu yuli pada sika.
Tulilut tulitu tulilulilut...... 
Bunyi bell sekolah seperti suara es krim campina itu menyelamatkan rini dari amukan guru paling galak disekolahnya. 
"Kamu ketua kelas pimpin doa" perintah bu yuli.
Karena merasa simpatik akhirnya andri menghampiri sika dan menanyakan perihal permasalahan tadi siang di kelas. "Sik sebenarnya kamu kenapa sih?" tanya andri. Dengan perasaan berbunga bunga karena sebenarnya sika masih mencintai andri menjawab "enggak kok enggak nggak papa". "Hmmm lain kali kamu harus lebih berhati hati kalo jamnya bu yuli. tau sendiri kan bu yuli kalo marah kek gimana" meskipun andri berceloteh panjang lebar namun sika tidak memperdulikannya karena yang dilihat sika adalah wajah dan mata andri yang coklat besar itu membuat sika semakin terpana dan sulit untuk melupakannya. "sik??? kamu dengerin enggak sih?" tanya andri . "ehhh iya maaf aku denger kok, jawab sika.

Malam harinya disaat sika tengah berada dikamar tiba-tiba ayah memanggil sika, "Sik, kesini bapak mau bicara penting". Tidak biasanya bapak sika mengajak bicara sika. setelah sika berada di depan bapaknya akhirnya bapaknya menceritakan bahwa pada besok sore dia akan dilamar oleh anak teman bapaknya "APAA???? aku kan masih sekolah pak? trus gimana sekolahku?!" tanya sika dengan wajah bingung dan kecewa mendengar berita yang disampiakan ayahnya. "Yaa kamu kan bisa tunangan dulu, lulus kuliah nanti baru kamu menikah sama dia, orangnya baik kok" jawab ayah. Sebagai seorang anak sika tidak bisa melakukan apa-apa karena jika ayahnya mengajak berbicara itu bukanlah negosiasi melainkan sebuah pemberitahuan yang tidak dapat diganggu gugat. Yang mampu sika lakukan hanyalah bercerita sambil menangis pada ibunya. Sang ibu yang penyanyang dan penyabar sangat mengerti betul sikap suaminya yang keras kepala. "Sudahlah nakk, turuti dulu apa mau bapakmu" sambil menangis, ibu memberi nasehat pada sika.
Keesokan harinya sika tidak masuk sekolah, Bukan tanpa alasan sika tidak mau masuk sekolah karena ia sangat kelelahan menangisi nasibnya sepanjang malam. Entah karena kebetulan atau bukan, Namun andri juga tidak masuk sekolah hari itu tanpa pemberitahuan yang jelas.
Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 Sika sudah harus bersiap siap untuk menyambut calon tunangannya. "Buu, aku nggak mau dilamar dulu" pinta sika sambil merengek pada ibunya" namun ibu sika hanya bisa menggelengkan kepala sembari menahan kesedihan.
pada pukul 17.00 tepat datanglah iring-iringan rombongan mempelai pria layaknya acara lamaran pada umumnya. Betapa kagetnya sika ketika melihat siapa yang keluar dari mobil sedan putih tersebut karena ternyata calon tunangan yang dijodohkan dengan sika adalah andri sendiri yang merupakan mantan kekasih sika.
"Kamu????" "kok kamu ada disini sih?" tanya sika setengah tidak percaya.
"Iya ini aku andri" Jawab andri dengan suara lirih.
Tanpa basa basi akhirnya sika memeluk erat andri karena memang sika sangat mencintai andri
"SIk, maafin aku yaa, sebenernya aku sangat sayang dan cinta sama kamu" ujar andri karena memang andri masih sangat sayang pada sika.
"Iya ndri, aku juga minta maaf"
Betapa terkejutnya sika dan andri karena takdir mempertemukan mereka kembali dalam ikatan pertunangan setelah mereka lama berpisah.

Unsur Intrinsik Cerpen

  • Tema: Takdir dan percintaan
  • Amanat: Dalam kehidupan berpikirlah dua kali sebelum mengambil sebuah tindakan agar tidak menyesal dikemudian hari. 
  • Alur: Alur yang digunakan adalah alur campuran (Maju dan mundur)
  • Setting:
  • Kamar sika pukul 17.00.
  • Rumah sika Pukul 16.00.
  • Sekolahan sewaktu jam sekolah.
  • Kelas pada saat jam istirahat.
  • Sudut pandang : Sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandan orang ketiga karena pengarang tidak terlibat langsung dalam cerita.

Penokohan dan perwatakan:
  • Sika : sabar, tertutup, tabah, kuat, pelamun, taat beribadah.
  • Andri : kekanak-kanakan, pemalu, perhatian.
  • Rini : Setia kawan, perhatian, lucu.
  • Bapak tari : Keras kepala, emosian, egois.
  • Ibu tari: Penyayang, sabar.
  • Trimo: Usil.
  • Bu yuli: Galak, Tidak sabaran.

7. Contoh Teks Cerpen Tentang Persahabatan


9 Frictions

Aku adalah seorang murid disebuah SMA favorit di daerahku. Aku mempunyai beberapa teman yaitu Cepy, Afif, Rifki, Gery, Riki dan Irfan.
Pada hari jumat kami mendapat tugas IPA untuk membuat percobaan seputar Bioteknologi, akantetapi kami tidak lekas mengerjakannya pada hari itu! karna kami memiliki kesibukan masing-masing akhirnya kami sepakat akan mengerjakan tugas itu pada hari kamis pulang sekolah minggu depan dan itu juga dilaksanakan berbarengan dengan latihan tari.
Mulanya kami akan ikut latihan tari dulu di sekolah karena memang sedang diadakan latihan untuk persiapan sendra tari dua bulan lagi, tetapi karna salah seorang kami yang merayakan ulang tahun Rizal mengundang kami untuk ikut acara ultahnya. Akhirnya kami ikut merayakannya, yaaa walaupun sebenarnya tujuan kami hanya ingin mencicipi kue ulang tahunnya saja, Karena keasyikan makan kue akhirnya kami lupa ada jadwal latihan tari yang harus dilakukan. hihihi. akhirnya kami bergegas ke rumah Gery tanpa afif karena dia sedang ada urusan lain.

Sesampainya dirumah Gery aku beristirahat sejenak sembari menunggu Rifki dan Irfan Tertinggal dibelakang, Tidak lama berselang Irfan dan Rifki sampai yang berbarengan dengan Gery yang membawakan seikat rambutan dan air dingin, Sontak kami langsung menikmati suguhan yang diberikan Gery. Tidak lama sesudahnya Irfan mendapat telfon dari Afif yang katanya minta dijemput di depan komplek karena ingin ikut mengerjakan tugas. Karena mempertimbangkan jarak rumah Gery dan depan komplek sangat jauh akhirnya kami sepakat untuk menjemput Afif dan mengerjakan dirumah Rifki karena rumah rifki memiliki jarak paling dekat dengan depan komplek.

Bersama dengan Afif kami menuju rumah Rifki, Sesampainya disana kami beristirahat sejenak dirumah rifki yang berada di lantai atas. Kami bercakap cakap layaknya sedang mengadakan rapat, padahal hal yang dibahas tidak begitu penting sih hehehe, Tidak lama berselang Rifki memanggil ibunya untuk meminta dibawakan makanan dan minuman untuk kami. Bukkk bawain makanan saa minuman dong, pinta Rifki pada ibunya. Iya-iya bentar. Jawab ibunya. Jangan lupa fantanya sekalian bisikku pada Rifki, hehehhe..

Akhirnya kami pergi kebawah untuk berlatih tari, sambil sesekali menyantap makanan yang diberikan ibu Rifki. hehehe.. memang sih pada awalnya kami hanya bercanda. eh tidak taunya rifki benar-benar meminta makanan pada ibunya.

Pada saat diperjalanan hujan pun turun kembali kami akhirnya berteduhh di sebuah saung yang tidakk jauh dari tempat pembuatan roti. Rifki dan Irfan memutuskan utk pergi ke rumah pembuat roti tersebut agar tugas kami cepat selesai jadi aku, Ceppy , Gery dan Riki pun menungguu di saung yang juga merupakan pos ronda. setelah beberapa menit Irfan dan Rifki keluar menghampiri kami pada saat keadaan masih gerimis, Kami berharap semuanya sudah beres dan selesai, akan tetapi masih ada proses yakni mengoven roti, dan ternyata dirumah itu hanya membuat adonan roti saja yang nanti akan di oven di toko yang letaknya agak jauh dari tempat pembuatan adonan itu. Kami pun pergi walau keadaan masih gerimis, sesampainya di toko Rifki mengusulkan agar roti dibentuk seperti kata-kata 9F, akhirnya kami pun setuju ,tetapi Riki mengusulkan kata kata 9 Fiction yang memiliki arti 9 Fiksi. Jujur saja aku tidak terlalu paham mengapa ia memilih kata-kata itu namun kami menyetujui usulannya tersebut. karena Rifki khawatir hujan akan semakin lebat akhirnya ia menyuruh kami untuk pulang kerumah masing-masing dan sisanya dia yang mengerjakan, maka kami pun menyetujui dan pulang kerumah kami masing masing.

Keesokan harinya setelah kue jadi, Kami menyerahkannya sebagai tugas boteknologi kami. Tidak disangka-sangka ternyata kami mendapatkan nilai terbaik dikelas.

Unsur Intrinsik Cerpen
  • Tema : Pertemanan, dan kegigihan.
  • Sudut Pandang : Sudut pandang cerpen diatas menggunakan sudut pandang orang pertama.
  • Amanat : Dalam pertemanan rasa setia kawan adalah sifat yang harus dimiliki seseorang, jangan menunda-nunda pekerjaan.
  • Alur : maju
  • Latar : sekolah , rumah Rifki , Rumah Gery, Toko Roti, Pos Ronda.
  • Penokohan dan perwatakan
  • afif: Baik
  • Riki: Baik
  • Cepy: Baik
  • Aughy: Baik
  • Gery: Baik
  • Rifki: Baik, bertanggung jawab dan humoris.
  • Irfan: Baik

8. Contoh Teks Cerpen Tentang Persahabatan


Dua Gadis Kembar

Pada suatu hari tepatnya di Bandung, hiduplah dua gadis kembar yang bernama Juli dan Sofi. Namun Sofi terlahir tidak sempurna, Ia cacat di bagian muka sedangkan Juli terlahir sempurna. Mereka pun tumbuh semakin besar, hingga suatu ketika Juli dan Sofi tumbuh dewasa, Juli dan Sofi ditinggalkan kedua orang tuanya saat umur mereka menginjak dewasa.

Sejak itu Juli mulai bekerja keras untuk menghidupi Sofi saudara kembarnya yang terlahir cacat di bagian muka, ia inggin bisa melihat indahnya dunia diluar sana tapi apa daya, Sofi menyadari bahwa dirinya cacat, tidak seperti Juli yang terlahir sempurna.

Diam-diam Sofi menyukai seorang lelaki yang bernama Tristan, namun Sofi tidak berani untuk bercerita kepada Juli. Hingga suatu hari Sofi menyadari bahwa sebenarnya Tristan menyukai Juli. Sofi pun merasa kecewa ia berkata “ Saya memang tidak pantas untuk dicintai oleh lelaki yang sempurna seperti Tristan, mana mungkin dia bisa mencintai gadis cacat seperti aku ”.

Hingga suatu ketika Sofi memilih untuk bunuh diri karena malu dengan wajahnya yang cacat, sedangkan Juli yang sedang berada dikantor ingin segera pulang dan memberitahu - Cerpen Singkat, Kisah Dua Gadis Kembar - Sofi bahwa ia sudah mendapatkan uang untuk biaya operasi Sofi, Juli berkata “ Pasti Sofi senang sekarang bisa mengoperasi wajahnya dan tidak akan malu lagi untuk pergi keluar kamar ”.

Juli pun pulang dengan segera, ia tidak sabar untuk memberitahu Sofi. Saat Juli sampai di apartemen Juli memanggil-manggil Sofi, namun tidak ada jawaban dari Sofi, Juli mencari kekamar Sofi namun tidak ada. Juli pun melihat kamar mandi Sofi, dan Juli pun terkejut saat melihat Sofi tergeletak berlumuran darah.

Juli berteriak dan menangis, ia memeluk Sofi dan berkata “ Kenapa kamu lakukan ini Sofi,aku sudah mendapatkan uang untuk biaya operasimu, tetapi kenapa kamu melakukan ini dan meninggalkan aku ”.

Petugas apartemen mendengar suara teriakan dan langsung mendatangi Juli. Petugas apartemen pun terkejut melihat wanita yang ada di pelukan Juli,ia tidak mengetahui bahwa Juli memiliki saudara kembar, karena ia tidak pernah melihat bahwa di apartemen Juli ada wanita selain Juli.

3 tahun kemudian Juli dan Tristan menikah, awalnya mereka hidup bahagia. Pada suatu ketika Juli dan Tristan pergi untuk berjalan-jalan dan tidak sengaja mereka bertemu dengan seorang peramal dan permal itu meramal masa depan Juli dan Tristan dari sebuah kartu.

Peramal itu berkata “ Kehidupan kalian akan di ganggu oleh sesuatu yang datang dari masa lalu untuk mengambil nyawa dari salah satu di antara kalian ”. Namun mereka tidak langsung percaya dengan ramalan tersebut, terutama Tristan. Namun tanpa di sadari Juli akhirnya terpengaruh dengan ramalan tersebut dan secara tiba-tiba ia teringat pada saudara kembarnya.

Sejak Juli dan Tristan di ramal, Juli merasa tidak tenang hampir setiap hari ia mendapat mimpi buruk, tubuh yang memar tanpa sebab dan bayang-bayang tentang Sofi yang membuatnya hampir stres, dan dari situlah Juli menyadari bahwa Tristan dan hidupnya sedang dalam bahaya. Juli pun mengajak Tristan untuk menemui peramal itu kembali, kemudian Juli berkata kepada peramal itu “ Bagaiman menghentikan ramalan itu terjadi ”, Peramal menjawab “ Ramalan itu tidak dapat di hentikan dengan cara apa pun ”.

Peramal pun bergegas pergi, berbagai teror pun semakin mengancam Juli dan Tristan. Hingga suatu ketika Sofi mendatangi Juli dan menampakkan wajahnya, Juli pun ketakutan dan berteriak. Mendengar Juli bereriak, Tristan pun mendatangi Juli dan Tristan sangat terkejut melihat Sofi saudara kembar Juli istrinya. Sofi berbalik badan dan langsung menghampiri Tristan, Sofi berkata “ Kamu yang telah membuat aku seperti ini, sekarang aku akan mengakhiri hidupmu”.

Belum sempat Tristan menjawab Sofi pun langsung menjatuhkan Tristan dari atas apartemen, dan Juli berteriak sangat keras lalu berkata kepada Sofi “ Kenapa kamu lakukan ini Sofi, apa salah Tristan terhadapmu ?” Sofi menjawab “ Dia yang sudah membuat aku menjadi seperti ini ”.

Juli berkata “ Apa yang sudah di lakukan Tristan, dan mengapa kamu pergi meninggalkan aku Sofi, sebenarnya saat itu aku ingin memberitahumu kalau aku sudah mendapatkan uang untuk biaya operasi wajahmu, tapi kenapa kamu lakukan hal itu dan meninggalkan aku Sofi.

Aku sangat menyayangi mu ”. Sofi pun menangis dan menjawab “ Karena aku mencintaimu Tristan tetapi dia lebih mencintaimu. Aku melakukan ini semua karena aku malu akan wajah ku yang cacat, aku juga menyayangimu Juli ”. Sofi pun pergi dan akhirnya Juli hidup seorang diri. Demikianlah, Cerpen Singkat, Kisah Dua Gadis Kembar tersebut.

9. Contoh Teks Cerpen Tentang Cinta


Doa Sepasang Kekasih

Di sebuah Sekolah Tingkat Menengah Atas(SMA), terdapat sepasang kekasih yang konyol namun romantis. Mereka berpacaran sejak Ambar masih kelas sepuluh dan Bahrul masih kelas sebelas. Dan kini Ambar sudah kelas sebelas dan Bahrul sudah kelas duabelas. Ambar adalah gadis yang manis lucu tapi pemalu. Dan Bahrul adalah pria yang hitam manis lucu dan apa ada nya. Walaupun mereka memiliki perbedaan tapi mereka tetap saling mencintai.

Ambar adalah anak ke empat dari empat bersaudara, ia mempunyai empat orang satpam yaitu ketiga kakak laki lakinya dan juga ayah nya yang akan memarahi nya kalau ia berani menyeleweng atau aneh aneh, karena itu ia takut untuk mengatakan kepada keluarga nya kalau ia sudah berpacaran. Pada suatu ketika Bahrul berniat untuk bermain kerumah Ambar untuk bertemu dan sekedar bercanda, namun Ambar menolak karena sebelum nya belum pernah ada pria yang main kerumah nya.

“Kalo belum di coba kenapa harus takut, kamu kan udah gede jadi wajar kalo kamu pacaran” kata si Bahrul sambil memegang tangan Ambar.

“Iya juga si, tapi aku takut soalnya belom pernah ada pria yang main kerumah” kata si Ambar yang tidak berani memandang wajah Bahrul

Malam itu Ambar tidak bisa tidur memikirkan perkataan Bahrul, ia sependapat dengan Bahrul bahwa dia sudah besar dan sudah pantas untuk berpacaran. Setiap di sekolah Ambar hanya berani memandang Bahrul dari kejauhan karena dia adalah gadis pemalu. Padahal Bahrul selalu memberi tahu kepada Ambar kalau dia harus jadi gadis yang percaya diri.

Pada suatu pagi ketika Ambar hendak berangkat sekolah tiba tiba ban montor nya pun bocor, sehingga dia sekolah tidak membawa motor. Di sekolah Ambar pun bingung apakah dia harus meminta Bahrul untuk mengantar nya pulang atau dia mencari tumpangan kepada teman nya, karena dia malu dia pun mencari tumpangan kepada teman nya, di tengah perjalanan tiba tiba ada seorang pria yang memanggil nama Ambar dan ternyata itu adalah Bahrul, betapa sakit hati Bahrul melihat kekasih pujaan hati nya di bonceng lelaki lain.

Sesampai nya Ambar di rumah ia pun langsung mengirim pesan untuk Bahrul kalau dia tidak bermaksut membuat Bahrul cemburu, dan untunglah Bahrul mengerti kalau si Ambar tidak bermaksut membuat nya cemburu. Hari hari mereka lewati bersama, - Cerpen Cinta Remaja Singkat, Doa Sepasang Kekasih -mereka semakin mengenal satu sama lain dan mereka adalah pasangan yang saling memberi semangat dan nasihat satu sama lain semenjak itu mereka pun mulai merasa nyaman dan muncul lah kemestri di antara mereka.

“sayang udah solat” Tanya Bahrul sambil mengeraskan suara di handphone nya.

“udah sayang, barusan selesai” jawab Ambar

“sayang tau gak kalo abis solat aku baca doa apa? Tanya Bahrul dengan nada sedikit malu.

“ ya doa orang tua lah yang” jawab Ambar dengan pedenya tetapi di dalam hatinya ia berharap bahwa Bahrul menyebut namanya di dalam doanya itu.

“selain doa orang tua aku juga berdoa yang terbaik buat kita semoga kelak kita bisa sukses bareng bahagia bareng”

“lo kok bisa sama? Aku juga berdoa supaya kita bisa sukses bareng bahagia bareng pokok nya yang terbaik buat kita.

Ternyata mereka berdua diam diam saling mendoakan, dan diam diam mereka pun saling menganggumi. Bahrul yang mengaggumi Ambar karena dia gadis yg manis manja dan pandai dalam berdebat. Begitu pula Ambar yang mengaggumi Bahrul karena ia pria pekerja keras apa adanya konyol dan pandai berdebat pula.

Pada suatu hari Ambar melihat Bahrul sedang duduk berdua dengan seorang gadis, hati nya sakit bagaikan di tusuk tusuk pisau yang sangat tajam. Ia melihat dengan mata kepala nya sendiri bahwa Bahrul sedang duduk berdua dengan gadis lain. Dengan menahan rasa sakit nya itu ia lalu mengirim pesan kepada Bahrul dan meminta putus. Ambar memang gadis yang cemburuan, ia pun terus memikirkan kenapa Bahrul tega berbuat seperti itu padanya.

Sontak Bahrul kaget melihat sms Ambar yang ingin meminta putus dari nya, Bahrul pun membalas sms Ambar ia meminta maaf dan menjelaskan bahwa ia tidak ada hubungan apa apa dan hanya Ambar lah gadis pujaan hatinya. Ambar yang sudah terlanjur sakit hati pun tidak membalas sms Bahrul. Dan jika Ambar melihat Bahrul di sekolah pun seakan akan ia tak melihatnya. Bahrul yang tersiksa karena perlakuan gadis pujaan hati nya itu pun langsung menemui Ambar di kelas nya, ia berniat untuk main kerumah Ambar namun ia menolak tetapi Bahrul tetap ingin main kerumah nya.

Suara motor terdengar di telinga Ambar karena di depan rumah nya memang terdapat batu batu kecil yang jika ada motor datang pasti akan terdengar di telinga nya. Dan setelah di intip lewat jendela ternyata itu adalah Bahrul, hati Ambar pun berdebar debar antara takut di marah dan senang karena ia bertemu dengan Bahrul. Bahrul pun di persilakan masuk oleh ibunya Ambar .

“temen nya Ambar ya dek”? Silakan masuk Ambar nya lagi di kamar, kata ibu nya sambil mempersilah kan Bahrul masuk kerumah nya.

“hehe iya bu” dengan wajah ber seri seri karena baru pertama kali kerumah Ambar dan bertemu langsung dengan ibunya

Ambar pun keluar kamar dengan muka yang kecewa, seperti biasa ia tak berani memandang pria itu, ia hanya berani menunduk. Bahrul pun memegang kepala Ambar dan menatap wajah nya sambil berkata.”hey sayang kamu kenapa? Iya aku salah aku minta maaf, udah ya jangan kaya gini lagi” Ambar pun hanya menganggukan kepala nya dengan mata yang berkaca kaca.”aku itu sayang kamu cinta kamu, aku sama dia cuma sebatas teman”kata Bahrul dengan suara yang lembut. “kamu ngerti gak sih aku itu cemburu liat kamu deket deket sama orang lain apa lagi itu cewe!”bentak Ambar. iya sayang aku minta maaf ya, janji gak bakal kaya gini lagi, aku sayang kamu cinta kamu”.

Dengar ya sayang kita udah gede harus nya kita sama sama belajar buat lebih dewasa masalah sepele kaya gini gak usah di perbesar, cinta itu ngajarin kita buat saling ngerti buat saling ngasih semangat, cinta bukan sekedar pamer keromantisan sana sini sayang. “Iya sayang aku minta maaf ya, aku kaya gini karena aku sayang sama kamu, maaf kalo sifatku masih kaya anak kecil” kata Ambar dengan muka menyesal. Iya gak papa yang penting sekarang kita sama sama buat saling ngertiin oke. Oh iya udah sore ini aku pulang dulu ya sayang, assalamualaikum. Aku sayang kamu cinta kamu.

Karena rasa cinta nya yang begitu besar kepada Bahrul dan iri melihat teman teman nya yang sudah boleh berpacaran dan sudah sering di kunjungi oleh pria, ia pun nekat untuk memperkenal kan pacar nya kepada keluarga nya, dan dia pun sudah mulai berani menceritakan pribadi Bahrul kepada ibu nya, memang awal nya ibu nya kurang setuju jika ia berpacaran, tapi karena Ambar sudah mulai beruah menjadi pribadi yang lebih baik dan banyak berubah ke arah yang lebih positif ibu nya pun perlahan mngizinkan nya untuk berpacaran.

Dan sekarang Bahrul pun sering main kerumah Ambar. “kan sekarang aku main buktinya gak di marah ibu kamu” kata Bahrul. “hehe iya ini berkat semangat dari kamu juga” sambil tersipu malu. Hehe iyaa kita kan sepasang kekasih jadi wajar kalo aku ngasih kamu semangat, ngasih tau kalo misal kan kamu salah, siap jadi temen curhatmu kalo kamu sedih.

Begitu juga sebalik nya. “pantes bisa senyaman ini sama kamu, gak sia sia kita saling doain kalo abis solat, tetep disini ya kita belajar bareng bareng berjuang bareng bareng dan kelak kita bisa sukses bareng bareng kaya yang di doa kita ganggu kalian, Maya tidak ingin menyusahkan kalian’’ kata Bapak Maya menjelaskan.

‘’Kenapa waktu itu aku sibuk, kenapaa!aku benci semua ini’’ kata Rudi menyesalinya
‘’Sudah nak Rudi ,Maya akan sedih melihat kalian seperti ini ,Maya juga bahagia bila kalian juga bahagia….ikhlaskan saja Maya dia sudah bahagia disana’’kata Ibu Maya

Setelah lama menenangkan, Rudi dan Sinta berziarah bersama Ibu Bapak Maya ke makam. Sesampainya disana, Rudi dan Sinta langsung terjatuh dan menangis di makam Maya.

“Mengapa kamu tidak ingin menyusahkan kami, Maya? Kenapa?”, kata Rudi sambil menangis.
“Maafkan aku Maya, tidak seharusnya aku marah padamu, kita semua sayang padamu”, kata Sinta menangis. “Sudah, Maya akan bersedih jika kalian bersedih. Lebih baik kita berdoa untuk Maya”, kata Bapak Maya.

Akhirnya mereka berdoa bersama di makam Maya. Setelah selesai berdoa, Sinta dan Rudi berusaha tegar. 
“Maya aku akan mengikuti apa yang kamu mau, kamu akan selalu di hatiku selamanya”, kata Rudi.
“Maya kamu memang tak disini tapi kamu ada disini (memegang dadanya) kamu adalah bintang”, kata Sinta.

Akhirnya, mereka mengikhlaskan Maya dan tampak bayangan sosok gadis cantik tersenyum bahagia.
“Aku memang tak bersama kalian, tapi aku akan selalu dihati sampai kapanpun… Cerpen Cinta Remaja Singkat, Doa Sepasang Kekasih. Aku embun yang selalu ada meskipun gurun menerpa”, kata Maya langsung menghilang.

10. Contoh Teks Cerpen Tentang Cinta


Surat Berakhiran Titik

Tinta hitam menembus sampai ke belakang kertas tipis yang aku rentangkan di depanku. Tulisannya tampak diperindah dengan susah payah dengan bagian kaku di setiap lekukan. Aku menghargai usahanya. Sudah berkali-kali aku mengatakan tulisannya tidak dapat kubaca tapi dia tetap bersikeras ingin menuliskan sebuah surat. Surat cinta, dia bilang. Apa yang sudah dia tulis tidak langsung aku baca. Masih mengagumi kesanggupannya, sikap romantis yang aku ledek tidak ada di dirinya. Kertas putih itu bukan sobekan dari bagian tengah buku tulis. Bukan juga kertas tipis bergaris dengan bagian pinggirnya yang berlubang-lubang. Kertas itu putih ke abu-abuan, warna kesukaanku yang dia bilang membuatku tampak hangat untuk dipeluk (maksudnya adalah saat aku mengenakan hoodie putih keabu-abuanku itu, lho), bergaris rapat-rapat sehingga tulisannya tampak kecil dan rumet meskipun memang tampak lebih baik. Dia menekuknya menjadi dua, tanpa amplop, hanya tergeletak begitu saja di meja sebelah infusku. Baik, aku akan membaca surat tidak penting agak panjang itu. Semoga dia tidak membubuhinya dengan lelucon garing yang membuat perutku semakin mual.

Untuk yang Selalu Disertakan dalam Masa Depanku, Kita pernah berangan-angan ingin tinggal bersama seperti Dupin di Faubourg St. Germain yang sepi dan terpencil. Atau John dan Sherlock di tengah bising nan kumuhnya London. Kita akan habiskan waktu dengan membaca, berdiskusi, menulis, makan, menonton, dan melakukan apa yang tidak bisa mereka lakukan, kita dapat terus berciuman. Aku juga ingin menjadi Tom Baker bagimu. Lelucon kami sama-sama menyedihkan, rasa cinta kami juga sama, kamu sendiri kan yang bilang? Jadi itu artinya, kamu juga ingin melahirkan selusin anak? Kamu sanggup? Aku sih sanggup saja. Asal kamu memaklumiku yang masih agak geli memegang pantat-pantat bau dalam kemasan mungil itu. Apa lagi yang kita angankan ya? Aku lupa saking banyaknya. Yang selalu aku ingat hanya saat air mukamu cepat berubah sewaktu bercerita, tanganmu yang tidak bisa diam memeluntir segenggam rambut hitammu berulang-ulang, dagu lancipmu yang mengkerut saat aku menceritakan angan-anganku yang bagimu menjijikkan. Kukatakan sekali lagi, aku adalah superhero yang akan selalu menyelamatkanmu saat kamu disandera king kong di atas puncak gedung. Aku anak keturunan bangsawan yang mencari ratunya, yang kemudian aku menemukanmu terperangkap di comberan yang menutupi kecantikanmu. Kuberitahukan juga ya, aku, jika sudah tua nanti, akan berdansa di pernikahan anak-anak kita tepat di depan toilet sehingga tidak ada yang bisa masuk ke sana kecuali mereka menonton sampai hampir ngompol! Karena aku bilang berdansa, itu berarti kamu yang akan berdansa denganku. Saat ini pasti dagu lancipmu berkerut lagi deh.

Untuk yang Selalu Diberi Kabar, aku merindukanmu dalam perjalanku yang jauh ini. Pagi ini aku pergi begitu cepat dari jadwal. Menaiki pesawat yang kamu takutkan. Bagaimana kalau aku menyuruhmu datang berkunjung kalau ketinggian saja tidak bisa kamu taklukan? Kamu mencintaiku kan? Kalahkan rasa takut itu untuk pertemuan kita segera! Tapi tak usah dipaksa. Aku juga akan bisa pulang di pelukanmu kelak. Badanku masih pegal dan hatiku tertinggal di samping bantalmu. Tolong jaga, aku juga akan merawat mata yang sedikit membengkak ini, tangan yang membeku ini, bibir yang menjadi terasa asam ini, kaki yang lemah ini karena harus berjalan menjauh barang sementara darimu. Yang masih sehat hanya telingaku, dia tidak membengkak seperti saat jika aku di sampingmu. Aneh sekali bukan? Seperti janji kita dulu, jika sudah sampai di suatu tempat saat kita tidak bersama, jangan langsung memberi kabar lewat suara. Katakan dalam aksara bahwa sudah selamat sampai tujuan. Jadi aku akan meneleponmu dua hari lagi jika diizinkan. Aku tahu ini berat, menulis dengan baik dan indah ini juga terasa berat, jadi aku akan menyudahi tulisan romantisku ini. Yang akan membuatmu kembali jatuh cinta padaku di setiap titiknya.

Haruskah aku menuliskan namaku di tandatangannya? Halah, ucapkan saja nama panggilanku yang kamu sayangi itu. Jadi, apa tulisanku sudah bisa kamu baca, kekasihku?

Aku melihat ke arah jendela. Awan putih bergulung-gulung lezat berlatar biru pekat. Angin menghembuskan daun pohon dekat jendela. Aku ingin membuka jendela itu, merasakan angin, menghilangkan sedih. Ruang kamar pasien VIP begitu luas, dingin, menakutkan. Di luar cerah, hangat, menyenangkan. Aku ingin berlari, berenang, bersepeda, berjemur, berbelanja.

Aku ingin menciummu.
Aku ingin mencintaimu lebih lama lagi.
Aku ingin kamu menjadi Tom Baker. Meskipun kamu mungkin bukan Cary Grant dalam wujud Philip Adams.

Lalu kenapa? Tidak ada yang bisa menandingimu nyatanya. Aku harus sadar hidup ini begitu singkat. Kamu adalah obat penawar dalam kelam. Janji abadi di tengah dusta penjabat. Teriakan bahagia di dalam kemalangan. Kamu, dengan nama panggilan kesayangan yang aku buat khusus untukmu, dengan ketidak-konsistenanmu dalam hal merayu, awalnya romantis ujung-ujungnya ngeselin. Kamu yang dianggap tak pernah membahagiakanku, dapat melakukannya sembunyi-sembunyi dalam benteng pertahanan kita. Jadi aku bersyukur, kamu juga mencintaiku dalam setiap keisenganmu.

Maka, kekasihku, sambil melihat langit luas yang menakutkan, aku merasa nyaman karena awan merapat membentuk ilusi lucu yang bisa kamu tebak dengan ratusan nama benda, aku berdoa agar kamu bahagia di sana meskipun kelak aku mungkin sudah tiada.

Meski singkat, seperti surat dalam lembaran kertas putih keabu-abuan, aku sangat mencintaimu kekasihku, titik.

Saya rasa sudah cukup untuk materi kali ini, semoga 10 contoh teks cerpen berbagai tema diatas bisa bermanfaat bagi kamu.

Nantikan artikel menarik lainnya tentang Bahasa Indonesia hanya di blog Pintar Sekolah. Mohon dikoreksi jika ada yang salah dan jangan lupa bagikan ke teman-teman kamu.

Seorang siswa dari XI RPL 1 dan bersekolah di SMKN 1 Karawang. Hobi menulis dan sangat menggemari dunia web development, internet dan desain.

Silahkan berkomentar atau berpendapat melalui form dibawah. Berkomentarlah sesuai dengan isi artikel, link tidak akan ditampilkan, dan komentar yang mengandung unsur SARA tidak diperkenankan.
Jadilah orang yang bijak dan bisa menghargai orang lain
EmoticonEmoticon