4 Macam Metode Pidato dan Penjelasannya

Sepertinya untuk beberapa waktu kedepan saya akan lebih sering untuk menulis artikel dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Mengapa seperti itu? Karena saya pikir menulis artikel untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia jauh lebih mudah daripada menulis artikel untuk mata pelajaran lainnya karena sayang memang sedikit lebih sibuk daripada akhir-akhir ini.

4 Macam Metode Pidato dan Penjelasannya Pintar Sekolah

Baiklah, pada artikel kali ini, materi yang akan kita bahas adalah materi lanjutan dari artikel sebelumnya tentang pidato. Pada artikel tentang pengertian pidato tersebut, saya sudah mengatakan bahwa saya akan menjelaskan tentang metode-metode yang biasa digunakan pada saat berpidato,

Jadi, pada artikel kali ini kita akan membahas macam-macam metode berpidato dan penjelasannya. Oh ya sebelumnya, jika kamu belum mengetahui pengertian umum tentang pidato, alangkah baiknya kamu mengetahuinya terlebih dahulu.

Berikut pengertian pidato yang saya kutip dari artikel tentang pidato sebelumnya yang ada di blog Pintar Sekolah.

Pidato adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk memberitahu sebuah gagasan melalui lisan didepan masyrakat umum.

Baiklah, setelah mengetahui pengertiannya, silahkan kamu pahami dan mari kita lanjutkan ke bagian inti dari artikel blog Pintar Sekolah kali ini.

Dalam berpidato, setidaknya ada 4 macam jenis metode yang sering digunakan, yaitu metode impromptu, metode ekstemporan, metode membaca naskah, dan metode menghafal.
Baca Juga

Dan berikut dibawah ini penjelasan lengkap mengenai 4 macam metode pidato tersebut.


1. Metode Impromptu


Metode pertama dalam berpidato yang paling sering digunakan adalah metode impromptu. Pernahkah kamu berpidato didepan umum tanpa persiapan apapun dan seolah-olah berpidato secara spontan? Maka jenis berpidato itulah yang disebut dengan metode impromptu. Untuk lebih jelasnya, berikut saya berikan pengertian berpidato menggunakan metode impromptu.

Metode impromptu dalam berpidato adalah metode berpidato tanpa persiapan apapun atau mendadakn dan secara spontan.

Jadi, dalam metode impromptu ini pembicara harus memaksimalkan kinerja otaknya dan seolah "memaksa" otak untuk bekerja lebih keras. Mengapa begitu? Karena pidato yang disampaikan tidak memiliki persiapan atau naskah apapun.

Semuanya tergantung terhadap seberapa cepat otak untuk berpikir dan wawasan atau pengetahuan yang dimiliki. Skill "improvisasi" yang baik juga sangat diperlukan dan pembendaharaan kosakata yang banyak juga akan membantu pada saat kamu berpidato menggunakan metode ini.

Selain itu, pembicara juga harus pandai berbicara agar tidak menyimpang dari pembahasan atau gagasan pokoknya dan harus bisa menyesuaikan dengan kondisi dan suasananya.

Tetapi, biasanya pidato dengan metode ini jarang ditemukan karena memang metode berpidato seperti ini hanya dibutuhkan pada saat-saat darurat saja.

Biasanya, hanya orang-orang tertentu yang memang sudah biasa berbicara didepan orang banyak atau yang memiliki skill "public speaking" yang baik yang bisa memakai metode impromptu ini dalam sebuah pidato.

Untuk kelebihannya, dengan menggunakan metode impromptu, maka pidato yang disampaikan akan terlihat jauh lebih natural karena disampaikan secara spontan. Dan kekurangannya, kadang ada pembicara pidato yang mendadak lupa sehingga mengganggu proses jalannya pidato dan kadang juga apa yang dibicarakan menjadi melebar dan diluar pembahasan pokoknya.

2. Metode Ekstemporan


Yang kedua, ada metode ekstemporan. Silahkan kamu perhatikan dan kamu pahami pengertian dari metode ekstemporan singkat dibawah ini.

Metode ekstemporan adalah metode berpidato dengan menyiapkan poin-poin penting atau garis besarnya saja.

Ya, seperti itu lah metode ekstemporan. Sepertinya metode ini menjadi metode yang paling digemari. Karena, tidak seperti metode impromptu yang terkesan spontan, dengan metode ekstemporan ini kamu bisa menyiapkan hal-hal utama yang akan kamu bahas dan selanjutnya kamu bisa melatih skill public speaking dan improvisasi kamu.

Kelebihan dari metode ekstemporan ini diantaranya pidato lebih natural dan fleksibel serta komunikasi antara pembicara dengan pendengar akan jauh lebih baik. Selain itu, ketika pembicara sudah tidak tahu akan membahas apa lagi, dia bisa langsung melanjutkan ke poin utama selanjutnya yang sebelumnya sudah disiapkan terlebih dahulu.

Dan kekurangannya, salah satunya adalah pembahasan yang kadang kurang mendalam dan spesifik.

3. Metode Naskah


Metode naskah adalah metode membaca naskah pada saat berpidato. Saya rasa kamu sudah sering menemui jenis berpidato membaca naskah. Sesuai dengan namanya, pidato naskah artinya kamu harus menyiapkan naskah nya terlebih dahulu untuk kamu sampaikan kepada para pendengar.

Salah satu contoh sederhana dari pidato membaca naskah ini adalah pidato-pidato resmi seperti pidato Bapak Presiden yang biasanya sudah disiapkan terlebih dahulu naskahnya.

Kelebihan dari pidato dengan metode naskah diantaranya, pidato menjadi lebih sistematis, memiliki alur yang jelas dan mempunyai tata bahasa yang baik. Tetapi, kekurangan yang paling sering ditemui adalah kurangnya kontak mata dan terlihat kaku karena pembicara akan lebih fokus terhadap teks yang dibacanya dibandingkan fokus kepada pendengar.

4. Metode Menghafal


Dan metode terakhir dari 4 macam metode pidato yang dibahas oleh blog Pintar Sekolah kali ini adalah metode menghafal.

Kamu biasanya akan diberikan waktu untuk menyusun, membuat dan menghafal naskah. Buatlah naskah sebaik mungkin dengan tata bahasa yang baik dan pembahasan yang terarah. Setelah itu, kamu harus menghafalkan isi dari naskah tersebut. Oleh karena itulah, metode berpidato ini sangat coock bagi kamu yang suka menghafal.

Kelebihan dari metode menghafal ini adalah pembahasan pidato yang lebih terarah karena sudah jauh-jauh hari dipersiapkan dan dihafal. Kekurangannya, kadang orator mendadak lupa dan akhirnya grogi. Jadi, kamu harus benar-benar memiliki kemampuan menghafal yang baik jika kamu ingin menggunakan metode ini.

Itu dia 4 macam pidato lengkap dengan penjelasannya. Pada artikel selanjutnya, blog Pintar Sekolah akan memberikan beberapa contoh pidato dengan berbagai macam tema pembahasan.

Nantikan artikel menarik lainnya tentang Bahasa Indonesia hanya di blog Pintar Sekolah. Mohon dikoreksi jika ada yang salah dan jangan lupa bagikan ke teman-teman kamu.

Seorang siswa dari XI RPL 1 dan bersekolah di SMKN 1 Karawang. Hobi menulis dan sangat menggemari dunia web development, internet dan desain.

Silahkan berkomentar atau berpendapat melalui form dibawah. Berkomentarlah sesuai dengan isi artikel, link tidak akan ditampilkan, dan komentar yang mengandung unsur SARA tidak diperkenankan.
Jadilah orang yang bijak dan bisa menghargai orang lain
EmoticonEmoticon